Resmikan Pengembangan Kilang Balikpapan, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Mampu Mandiri Energi

Resmikan Pengembangan Kilang Balikpapan, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Mampu Mandiri Energi

Kedatangan Presiden Prabowo Meresmikan Pengembangan Kilang Balikpapan, disambut oleh Komisaris utama PT Pertamina (Persero) Komjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H. 12/1/2026

CYBER88 | Balikpapan – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan swasembada energi nasional sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Presiden Prabowo hadir didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas keberhasilan proyek strategis nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa PT Pertamina (Persero) harus berperan sebagai agent of development dan agent of modernization bagi bangsa.

“Pertamina harus menjadi agent of development dan agent of modernization. Saya merasa sangat bahagia dan bangga atas capaian yang kita hasilkan hari ini. Terima kasih kepada seluruh unsur, jajaran pegawai, pemerintah daerah, manajemen, serta masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur. Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa,” ujar Presiden.

Prabowo menegaskan, kemandirian energi merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara yang berdaulat. Menurutnya, tidak masuk akal sebuah negara ingin merdeka jika masih bergantung pada pasokan pangan dan energi dari luar negeri.

“Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung pangan dan energi dari luar. Kebutuhan pangan dan energi harus bisa kita hasilkan sendiri,” tegasnya.
Presiden juga menyoroti besarnya potensi energi nasional, mulai dari batu bara, minyak dan gas bumi, hingga panas bumi, yang harus dimanfaatkan secara optimal.

Kata Prabowo, pemerintah akan mendorong percepatan hilirisasi melalui proyek bernilai sekitar 6 miliar dolar AS serta membuka tender 34 proyek waste to energy guna mengubah sampah menjadi sumber listrik.

Dengan sumber energi yang kita miliki, sesungguhnya kita bisa menghasilkan energi sendiri tanpa impor. Ini sasaran kita dalam lima hingga tujuh tahun ke depan. Yang terpenting, kita harus terus menuju ke sana dengan kerja keras.

Komentar Via Facebook :