Penghijauan TMMD ke-128, Kodim 0623/Cilegon Tanam 1.000 Pohon demi Selamatkan Pesisir Pulo Panjangi
Dandim 0624/Cilegon mengajak serta anggota dan warga Pulo panjang untuk menanam mangrove di TMMD ke 128 Kodim 0623/Cilegon.
CYBER88 | SERANG – Desa Pulo Panjang di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, kembali menjadi perhatian dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir. Melalui program TMMD ke-128 Tahun 2026, Kodim 0623/Cilegon melaksanakan penghijauan dengan menanam 1.000 pohon, termasuk mangrove, untuk menjaga kawasan pantai dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan, Rabu (13/5/2026).
Pulo Panjang dikenal sebagai desa kepulauan di Teluk Banten yang memiliki potensi besar di sektor perikanan, wisata pantai, wisata mangrove, hingga UMKM masyarakat pesisir. Di balik keindahan alamnya, wilayah ini juga menghadapi ancaman abrasi yang kerap berdampak pada kawasan permukiman warga.
Sejak pagi, prajurit TNI bersama masyarakat terlihat bahu-membahu menyeberangkan ribuan bibit pohon menggunakan perahu motor menuju lokasi penanaman di bibir pantai. Suasana gotong royong dan kebersamaan tampak hangat sepanjang kegiatan berlangsung.
Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori mengatakan, penghijauan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan, khususnya wilayah pesisir yang rentan terdampak gelombang laut dan perubahan alam.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa sampai di Pulo Panjang. Ini menjadi bagian dari TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon. Wilayah ini tetap menjadi teritori kami yang harus dijaga bersama,” ujar Dandim.
Ia menjelaskan, sebagian besar pohon yang ditanam merupakan mangrove yang difokuskan di kawasan pesisir Pulo Panjang. Sementara sebagian lainnya ditanam di beberapa titik lain seperti wilayah bekas tambang, Koramil Mancak, hingga Cinangka.
Menurutnya, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang pasang.
“Harapan kami dengan penanaman pohon ini, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga alam. Karena ketika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” katanya.
Dandim juga menegaskan bahwa banyak bencana alam yang terjadi saat ini tidak terlepas dari kerusakan lingkungan akibat kurangnya kepedulian manusia terhadap alam.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Pulo Ampel, TB Ifattullah, menyambut positif kegiatan penghijauan tersebut. Ia menyebut masyarakat Pulo Panjang memang sangat membutuhkan tanaman mangrove untuk membantu menahan abrasi yang setiap tahun terus mengikis wilayah pesisir.
“Respon masyarakat sangat baik. Mudah-mudahan dengan adanya penanaman mangrove ini bisa menghambat abrasi dan pasang air laut sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Warga Pulo Panjang, Junaeni, mengaku bersyukur dengan perhatian yang diberikan melalui program TMMD ke-128. Menurutnya, penghijauan mangrove menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir untuk menjaga kampung mereka tetap aman dari abrasi.
“Kami merasa diperhatikan. Penanaman mangrove ini sangat bagus untuk menjaga pantai kami. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli dengan lingkungan di sini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan penghijauan ini, TMMD ke-128 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menanam kepedulian dan harapan agar pesisir Pulo Panjang tetap lestari untuk generasi mendatang.


Komentar Via Facebook :