Belum Ditutupnya Togel di Biak Numfor di Tengah Pandemi Covid-19 Mendapatkan Reaksi Keras dari Sekretaris WGAB

Belum Ditutupnya Togel di Biak Numfor di Tengah  Pandemi Covid-19 Mendapatkan Reaksi Keras dari Sekretaris WGAB

CYBER88.CO.ID | BIAK NUMFOR - Maraknya judi togel di kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua kian meresahkan warga. Pasalnya, di tengah meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19), kegiatan itu terus berlangsung, saat seluruh elemen bangsa sedang berjibaku memerangi virus yang mematikan itu.

Hal tersebut, mendapat kecaman keras dari Fredinan Tokoro, Sekretaris LSM WGAP Provinsi Papua, Selasa (31/03/2020).

Fredinan meminta kepada penegak hukum supaya serius menutup judi togel di Kabupaten Biak Numfor, karena ia menganggap bahwa togel tersebut terkesan kebal hukum walaupun sudah beberapa kali, berteriak untuk di tutup dan media menayangkan berita tersebut, ungkapnya.

"Apakah mungkin bekingannya terlalu kuat sehingga keberadaan togel 303 tersebut sulit di tutup?" cetus Fredinan.

Dalam hal ini, Fredian atas nama WGAB Provinsi Papua, meminta sekali lagi kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yang dalam hal ini ada di wilayah Polres Biak harus tegas mengambil tindakan untuk segera menutum Penyakit Masyarakat tersebut karena sudah sangat meresahkan masyarakat, tandasnya.

Masih kata Fredinan, Kalau sampai berita ini naik dan Polres maupun Pemkab Biak belum juga mengambil tindakan, maka pihaknya akan akan mengadukannya kepada Kapolda Papua.

Pihaknya juga melakukan investigasi dan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa keberadaan togel tersebut sudah cukup lama, dan keberadaannya menjadikan masyarakat petani yang biasanya rajin ke kebun dan nelayan yang biasanya melaut menjadi malas, karena terbuai dengan harapan akan mendapatkan uang tanpa mengeluarkan keringat, lanjut Fredinan.

Terkait dengan pandemi corona (covid-19), pemerintah sudah menyuruh warganya sementara untuk tinggal di rumah dan tidak keluar apabila tidak ada keperluan yang sangat mendesak, namun pada kenyataannya kami melihat masyarakat masih keluar rumah untuk membeli togel dan berkumpul dengan para pembeli togel lainnya.

"Ini sangat membahayakan sekali, demi togel, mereka keluar rumah, padahal pemerintah sudah menghimbau warga masyarakat untuk mengisolasi diri masing masing selama 14 hari, guna memutus mata rantai Corona Virus Desease 2019 (Covid-19)," pungkas Fredinan.

Komentar Via Facebook :