Dari 77.671 Orang Jalani Rapid Test di Jakarta, 3,8 Persen Lebih Terindikasi Positif Covid-19
CYBER88.CO.ID | Jakarta - Rapid test (tes cepat) virus corona (Covid-19) terhadap 77.671 warga DKI Jakarta dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut keterangan Fify Mulyani, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dalam konferensi pers di Balai Kota yang disiarkan akun Youtube Pemprov DKI, Kamis (30/4/2020) mengatakan, dari hasil rapid test terhadap 77.671 warga DKI, sebanyak 2.962 orang dinyatakan terindikasi tertular Covid-19.
Jadi hampir mencapai empat persen positif dari yang mengikuti rapid test. "Rapid test masih terus berlangsung di 6 wilayah Kota dan Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).
Sementara itu, 74.709 orang lainnya yang mengikuti Rapid test, dinyatakan negative, terang Fify.
Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta hingga Kamis (30/04/2020) sebagaimana update data, mencapai 4.138 orang. Dan jumlah tersebut bertambah setelah ada penambahan pada hari rabu (29/04/2020) sebanyak 105 pasien.
Dari total pasien positif Covid-19 itu, ada 412 orang yang telah dinyatakan sembuh dan pasien meninggal sebanyak 381 orang.
Jumlah pasien yang sembuh dan meninggal tidak bertambah dibandingkan data pada Rabu kemarin. Saat ini ada 2.073 pasien yang masih dirawat di rumah sakit dan 1.272 pasien menjalani isolasi mandiri.
Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh. Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.
Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan metode PCR.
Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).
Jika kita sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.


Komentar Via Facebook :