Abaikan Himbauan Pemerintah, Siswa Siswi SMAN 1 Kunto Rohul Rayakan Kelulusan dengan Corat Coret Seragam
Aksi-siswa-siswi-sman1-kunto-darussalam-rohul-saat-corat-coret
CYBER88.CO.ID | ROHUL - Foto sejumlah siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, yang melakukan aksi tak terpuji saat merayakan kelulusan viral di media sosial Instagram, Senin (04/03/2020).
Perayaan kelulusan itu dilakukan oleh siswa-siswi SMAN 1 Kunto Darussalam Rokan Hulu, Riau.
Mereka merayakan kelulusan dengan mencoret baju seragam sekolah dan hura-hura.
Tak hanya itu, sebuah tangkapan layar yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang siswi melakukan aksi tak senonoh yang dikelilingi sejumlah siswa. Dan menunjukkan auratnya.Ada juga siswa dan siswi yang berpelukan.
Sungguh miris, aksi keluyuran itu dilakukan para siswa dan siswi pada saat mewabahnya virus corona atau Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kaharudin, saat dikonfirmasi Awak media membenarkan bahwa perayaan kelulusan dilakukan siswa SMA Negeri 1 Kunto Darussalam, Rohul.
Ya, benar. Saya juga sudah dapat informasi soal kejadian itu viral di media sosial," kata Kaharudin melalui sambungan telepon, Senin (04/05/2020)
Kaharudin menjelaskan, kelulusan siswa SMA diumumkan pada Sabtu (02/05/2020) malam.
Menurut dia, kelulusan siswa sengaja diumumkan pada malam hari untuk mengantisipasi siswa melakukan perayaan, seperti konvoi dan corat-coret baju.
"Kelulusan kita umumkan lewat Online malam hari supaya tidak ada siswa yang merayakan. Karena dilarang, dan sekarang kan juga ada wabah virus corona," kata Kaharudin.
Namun, dia menyebutkan, perayaan Kelulusan dilakukan siswa SMAN 1 Kunto Darussalam pada esok paginya, Minggu (03/05/2020).
Menurut Kaharudin, perayaan kelulusan tidak dilakukan oleh semua siswa, tetapi hanya ada beberapa orang.
"Informasinya hanya beberapa siswa. Mereka konvoi jalan di sekitar Kecamatan Kunto Darussalam," sebutnya.
Kaharuddin mengaku sangat menyayangkan aksi siswa yang merayakan kelulusan tersebut.
Sebab, dalam kondisi wabah virus corona saat ini, semestinya anak-anak berada di rumah.
"Sebenarnya kondisi wabah Covid-19 saat ini yang membuat kita khawatir. Kemudian, sekarang suasana Ramadhan rasanya tidak etis juga seperti itu. Melenceng dari tradisi kita. Jadi kita harap ini tidak terjadi lagi," ucap Kaharudin
Sementara itu, Kaharudin mengatakan bahwa siswa dan siswi tersebut telah dipanggil oleh pihak sekolah hingga berujung permintaan maaf.
(***)


Komentar Via Facebook :