Harimau Sumatera Ditemukan Mati Terjerat, Siraja Hutan tak Lagi Jadi Raja Ditempat Kelahirannya

Harimau Sumatera Ditemukan Mati Terjerat, Siraja Hutan tak Lagi Jadi Raja Ditempat Kelahirannya

Harimau-sumatera-mati-terjerat

CYBER88.CO.ID | PEKANBARU - Polemik antara manusia dan Hutan terus menjadi sebuah masalah, khususnya di Hutan Sumatera, Riau, kenapa tidak, Harimau yang mendapat Julukan sebagai Raja Hutan dan berasal dari Hutan Sumatera kini hampir kehilangan tempat kelahirannya tersebut, akibat sering diburuh oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan berbagai cara.

Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) liar ditemukan mati terjerat, Senin (18/05/2020).

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Suharyono mengatakan, harimau tersebut mati di areal konsesi atau perusahaan di Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau.

"Harimaunya kita temukan sudah mati terjerat di lahan perusahaan inisial AA," sebut Suharyono dalam konferensi pers di BBKSDA Riau di Pekanbaru, Senin malam.

Siraja Hutan tersebut diperkirakan berumur 1,5 tahun dengan keadaan Membusuk.

Suharyono menjelaskan, pihaknya baru hari ini mendapat informasi harimau terjerat sekitar pukul 13.00 WIB, yang dilaporkan pihak PT AA.

Atas informasi itu, tim medis dan pengamanan dikerahkan ke lokasi serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan instansi lainnya.

"Tim sampai di lokasi pukul 16.30 WIB. Sayangnya, harimau ini kita temukan sudah mati," kata Suharyono.

Kondisi harimau, sambung dia, terjerat tali sling di kaki sebelah kanan bagian depan yang sudah membusuk dan hampir putus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, satwa langka di lindungi ini diperkirakan mati terjerat sudah dua hari.

"Namun, informasi yang kita dapat di lapangan harimau ini sudah seminggu terjerat. Sangat disayangkan informasi baru kita terima hari ini, sehingga harimau tidak dapat kita selamatkan," ungkap Suharyono.

Komentar Via Facebook :