Kedatangan Disperindag Karawang dan PT VIM Dalam Mediasi Dengan IPPR Belum Temukan Kesepakatan Harga Jual
CYBER88.CO.ID | Karawang - Kedatangan H Ahmad Suroto selaku Kepala Disperindag Karawang, Selasa 07/07/2020, ke Pasar lama Rengasdengklok untuk memberikan pemahaman kepada IPPR (Ikatan Pedagang Pasar Rengasdengklok) prihal relokasi pasar.
Pasalnya, lahan pasar lama Rengasdengklok tersebut akan dibuat RTH (Ruang Terbuka Hijau), sehingga perlu adanya relokasi dari pasar lama ke pasar baru Rengasdengklok yang akan dibangun oleh PT VIM (Visi Indonesia Mandiri).
Kedatangan Kepala Disperindag didampingi PT VIM dan Camat Rengasdengklok bertemu dengan IPPR untuk memediasi antara IPPR dan PT VIM.
Namun amat sangat disayangkan dalam pertemuan tersebut masih belum ditemukan kesepakatan tentang harga kios baru dalam rencana relokasi pasar Rengasdengklok.
Adapun keinginan IPPR perihal adanya bantuan dari Pemda Karawang, langsung dijelaskan secara gamblang bahwa Pemda Karawang tidak bisa mengakomodir yang diinginkan IPPR, agar Pemda memberikan bantuan keuangan untuk uang muka (Down Payment/DP) pembelian kios di Pasar Proklamasi (Pasar Rengasdengklok yang baru-red).
Yang dijadikan syarat relokasi para pedagang ke pasar Proklamasi, pasalnya tidak ada regulasi yang mengatur hal tersebut, sehingga jika Pemda Karawang merealisasikan keinginan IPPR, maka itu akan jadi sebuah temuan kesalahan Pemda Karawang. Tegasnya kepada cyber88.co.id, Selasa 07/07/2020.
Dalam pertemuan tersebut, walaupun lokasi pasar lama Rengasdengklok telah ditetapkan menjadi Ruang Terbuka Hijau oleh Pemkab Karawang, dengan berbagai alasan sejumlah pedagang yang tergabung dalam IPPR masih menolak rencana relokasi pasar,
Namun kita (Pemkab-red) sudah memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), hanya tinggal menunggu waktu dan rencana relokasi pasar sudah menjadi keharusan.
Apalagi kalau kita lihat, kondisi pasar lama Rengasdengklok ini sudah sangat memprihatinkan, yang sewaktu-waktu bisa saja roboh.
Namun Kadisperindag pun sangat memahami kondisi para pedagang saat ini, yang menurut pengakuan sejumlah pedagang yang hadir dalam pertemuan tersebut merasa sangat terpukul dengan mewabahnya pandemi Covid-19.
“Saya yakini kedepannya pasar Rengasdengklok akan lebih baik dalam penataannya dengan menertibkan sejumlah titik perdagangan di Kecamatan Rengasdengklok dilokasi yang bukan seharusnya, hingga dikembalikan pada fungsinya masing-masing, dan pasar terpusat di pasar Proklamasi.
“Dalam hal ini, mau ganti Bupati berapa kali juga kalo ngga niat ya ngga akan bisa mengurai benang kusut ini, maka dari itu, harus ada niatan dan ketegasan bersama. Pungkasnya (Hys)


Komentar Via Facebook :