Kades Desa Srikuncoro Pondok Kelapa Bengkulu, Diduga Selewengkan dan Pangkas Dana BLT Covid-19

Kades Desa Srikuncoro Pondok Kelapa Bengkulu, Diduga Selewengkan dan Pangkas Dana BLT Covid-19

Ilustrasi

CYBER88.CO.ID | BENGKULU TENGAH - Sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, sehingga membuat hampir seluruh warga Indonesia terkena dampak dari virus tersebut.

Oleh karena itu, Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo memberi perintah untuk menganggarkan Dana Desa (ADD) untuk membantu masyarakat Desa dalam mengahadapi Covid-19 dengan cara memberikan bantuan (BLT) Bantuan langsung tunai kepada masyarakat di pedesaan. Namun tidak sepenuhnya anggaran tersebut berjalan dengan ketentuan yang ada.

Dari hasil temuan Investigas Tim Awak Media Cyber88.co.id, Provinsi Bengkulu, terdapat dugaan penyelewengan Dana tersebut, yang ditemui di Desa Blok 7 Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.                              Pada Rabu, (29/07/2020).

Kedatangan Tim Cyber88.co.id ke lokasi dengan maksud klarifikasi dengan Kepala Desa yang bernama Bapak Ramadhan di kediamannya, beliau mengatakan bahwa "Pembagian Dana BLT tersebut dibagikan sesuai dengan kesepakatan perangkat Desa, Masyarakat Desa tersebut menerima 300 ribu rupiah per KK,sedangkan untuk aturan yang seharusnya masyarakat menerima BLT sebesar RP. 600.000."ujar Kepala Desa Blok 7, Ramadan kepada Cyber88.co.id Provinsi Bengkulu.

Selanjutnya, Tim Cyber88.co.id meminta konfirmasi kepada beberapa warga Desa Blok 7, ternyata ucapan Kepala Desa tidak sesuai dengan yang ada di masyarakat. Bahkan ada beberapa diantaranya tidak mengambil bantuan tersebut karena jumlahnya tidak sesuai dengan kebijakan yang telah di terapkan oleh pemerintah yaitu sebesar RP.600.000.                            

"Kami tidak bisa menerima BLT tersebut karena hanya RP. 300.000,  yang diberikan sedangkan aturannya yaitu RP.600.000."kata EW, warga Desa Blok 7 kecamatan, Pondok Kelapa itu.

(imron)

Komentar Via Facebook :