Jalan Poros Desa Menghubungkan Dua Kecamatan Rusak Parah

Jalan Poros Desa Menghubungkan Dua Kecamatan Rusak Parah

CYBER88 l Cilacap – Jalan Poros Desa yang menghubungkan dua Kecamatan, kecamatan Dayeuhluhur (Desa Sumpinghayu) dan Kecamatan Wanareja (Desa Jambu) sepanjang 3,5 Kilometer mengalami rusak parah lantaran sudah lama tidak tersentuh pembangunan dan sampai sekarang belum tersentuh perbaikan.

“Jalan poros desa pernah di perbaiki dari dana APBD setelah itu tidak lagi tersentuh perbaikan,” kata Caryono Polisi Desa (Poldes) Sumpinghayu Kecamatan Dayeuhluhur kepada Cyber88, di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2020).

Caryono Poldes Sumpinghayu

Bahkan, ungkap Turmono Warga Rt 02 Rw 04 Dusun Sumpinghayu Desa Sumpinghayu Kecamatan Dayeuhluhur, kondisi jalan memang sudah tidak layak untuk di lalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kelihatannya, jalan seperti sungai kering, jadi untuk akses dari Desa Sumpinghayu Dayeuhluhur ke Batas Desa Jambu Kecamatan Wanareja perbaikan jalan tersebut benar benar sangat dibutuhkan masyarakat pengguna jalan,” ujarnya

Turmono Warga Dusun Sumpinghayu

Kepala Desa Sumpinghayu Sanen berharap, semoga jalan poros desa ini segera dibangun, karena sudah di survei dan sudah di ukur oleh Dinas PUPR Kabupaten Kabupaten Cilacap.

“Mudah-mudahan direalisasi, kalaupun tidak tahun ini, tahun 2021 segera dibangun karena ini benar benar jadi prioritas masyarakat dan akses jalan untuk menjual hasil tani menuju kota. Selain itu untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Sumpinghayu,” jelas Sanen.

Kepala Desa Sumpinghayu Sanen

Ia menambahkan, untuk perbaikan akses jalan panjangnya sampai batas desa secara keseluruhan total akses jalan yang perlu di bangun seluruhnya 3,5 kilometer.

“Selain digunakan untuk akses umum, pendidikan dan sebagainya, tapi jalan ini memang jalan produktif karena biasa aktivitas petani pekebun yang sehari hari satu akses dilewatinya karena akses produksi hasil jual beli dari Desa Sumpinghayu Kecamatan Dayeuhluhur ke kecamatan Wanareja,” paparnya.

Menurut Sanen, karena di Kecamatan Wanareja juga ada pasar dan setiap hari petani menjual hasil taninya ke pasar yang ada di Wanareja, dan ini akses jalan sangat di butuhkan masyarakat dan meningkatkan ekonomi.

“Sebetulnya terkait dengan rencana kabupaten memang Tahun ini sudah masuk di musrembang sudah dianggarkan 1 Kilometer tapi karena dengan adanya Covid-19 ada pemotongan anggaran dan yang terealisasi hanya 500 Meter  dan memang kemaren sudah di ukur kembali dan mudah mudahan tahun 2021 di bangun,” terang Sanen.

Sarja, Sekertaris Desa (Sekdes) Sumpinghayu berharap pada pemerintah untuk sesegera mungkin dan tidak menunda pembangunan akses jalan yang sudah lama tidak di perbaiki.

“Karena, selain jalan alternatif juga jalan produktif yang digunakan petani dan umum,” katanya. (Abah Gatan)

Komentar Via Facebook :