Cilacap Bagian Barat Memiliki Banyak Aset Wisata yang Tak Di Miliki Oleh Wilayah Lain

Cilacap Bagian Barat Memiliki Banyak Aset Wisata yang Tak Di Miliki Oleh Wilayah Lain

CYBER88 l Cilacap – Keringat terasa hampir habis membasahi tubuh dan perjalanan Cyber88 di mulai dari Alun-alun Kecamatan Wanareja melalui perbukitan di area Desa Limbangan, Cilacap, Jawa Tengah dan jarum jam pun telah bergeser menunjukan ke arah 11:30 Wib.

Dusun Karanganyar, kampung terakhir sebelum sampai ke Curug Bandung, yang terkenal dengan Curug kembarnya.

Untuk mencapai Curug Bandung, kita harus beralan kaki kurang lebih 400 sampai 500 meter dengan medan yang cukup curam.

Namun rasa lelah akan hilang dan sirna dikala kita tiba di Curug Bandung. Kondisinya masih benar-benar alami dan murni.

Dengan tingginya minat wisata untuk mengunjungi Curug Bandung Pemdes Limbangan coba menghidupkan kembali aset wisata Desa ini. Pemerintah Desa Limbangan mulai membangun jalan agar sepeda motor bisa mendekat ke curug agar wisatawan tak terlalu jauh berjalan untuk menuju ke Area Curug Bandung.

“Tahun ini dibangun kurang lebih 100meter. Nanti akan bertahap sampai ke lokasi parkir sepeda motor, dekat curug,” ucap Kepala Desa Limbangan, Harsono,

Curug Bandung hanya salah satu  potensi wisata yang berada di kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.

Tidak jauh dari  Lokasi Curug Bandung ada ekowisata baru yaitu Bukit Cipurut indah tepat nya di Desa Majingklak area inipun salah satu potensi aset wisata untuk wilayah Kecamatan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah.

Semangat pemerintah Kecamatan Wanareja Khususnya Desa Limbangan untuk mengembangkan wisata ini rupanya Sangat di respon baik oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap yang tengah gencar memfromosikan ekowisata nya ke wilayah utara setelah kehilangan sejumlah objek wisata andalan di sepanjang pesisir Cilacap.

Seperti diketahui, mulai awal quartal kedua 2019 lalu, pengelolaan wisata pesisir di kelola oleh TNI, menyusul pensertifikatan sepanjang pesisir. Makanya, Pemkab lantas bergegas mencari potensi wisata baru di sisi utara.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, Drs Heroe Harjanto M.M mengatakan Pemda sudah tidak memiliki kewenangan di objek wisata pantai, mulai Jetis, Widarapayung, Cemara Sewu, Sodong, Teluk Penyu, hingga Benteng Pendem.

“Sudah sepanjang pantai dari mulai Jetis, sampai Benteng Pendem, Pemda sudah lepas semua,” kata Heroe.

Sebab itu, PemKab Cilacap mulai berkonsentrasi menggarap destinasi wisata di sisi utara Cilacap. Kebanyakan adalah destinasi wisata alam, seperti curug, pemandian air panas dan agrowisata. Pemda juga berencana membuat wahana air di Cilacap bagian barat, Majenang.

“Ya mengelola yang lain nanti Banyupanas, Cipari. Kemudian ada curug-curug yang akan kita jadikan destinasi. Kemudian ada Green Canyon nya Kab Cilacap di Sungai Cidayeuh Desa Sumpinghayu Kecamatan Dayeuhluhur, Kita juga akan membuat wahana air buatan, Itu yang akan kita kerjakan,” dia menjelaskan.

Heroe mengklaim potensi wisata di sisi utara sangat besar. Bentang alam dan keunikannya bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru. Karenanya, ia pun mendorong agar masyarakat memanfaatkan potensi Desanya sebagai kawasan wisata untuk PAD dan PADes.

Dia yakin pengelolaan potensi wisata akan membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata akan meningkat, begitupun dengan pendapatan asli Desa (PADes). Pemkab berkomitmen membangun infrastruktur pendukung agar pengembangan wisata sisi utara Kab Cilacap segera terwujud.

Pemkab mendorong agar Desa-desa di sisi utara Kabupaten Cilacap mengembangkan potensi pariwisata pedesaan. Salah satu yang bisa dikembangkan adalah ekowisata. Sebab, potensi terbesarnya wisatanya adalah panorama atau wisata alam.

Salah satu yang sulit ditemukan di wilayah lain adalah curug atau air terjun. Keunggulan ini, kata dia, adalah aset yang sangat berharga.

Selain panorama alam, pertanian dan peternakan juga menjadi keunggulan pedesaan khususnya di Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, Cipari, Kedungreja, Patimuan dan kecamatan lainya yang berada di Cilacap bagian barat. Perpaduan panorama alam, pertanian dan peternakan merupakan potensi yang bisa dikembangkan sebagai satu paket pariwisata edukatif.

“Pengunjungnya bisa masyarakat umum, siswa, mahasiswa,” ucapnya.

Salah satu yang telah berhasil dikembangkan adalah Objek Wisata Curug Cimandaway Desa Datar Kecamatan Dayeuhluhur. Masyarakat dan Perhutani berhasil mengembangkan hutan pinus menjadi wisata alam yang sangat diminati.

Cutug Cimandaway pun memiliki area publik yang cukup luas. Sarana dan prasananya pun mulai di lengkapi dan kami berharap kedepan nya daerah lainpin bisa menjadi destinasi wisata yang paling diminati di Cilacap bagian barat.

“Di Deyuhluhur itu kan bisa menjadi satu kawasan wisata alam. Potensinya ada kopi. Itu bisa dikembangkan,” dia mengungkapkan. (Abah Gatan)

Komentar Via Facebook :