Ridwan Kamil : Tidak Ada Indonesia Jika Tidak Ada Peristiwa Rengasdengklok

Ridwan Kamil : Tidak Ada Indonesia Jika Tidak Ada Peristiwa Rengasdengklok

CYBER88.CO.ID | KARAWANG - Sebagai masyarakat Karawang harus bangga menjadi pewaris sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang akan dikenang sepanjang masa diseluruh dunia, pasalnya, Bung Karno dan Bung Hatta memilih Rengasdengklok untuk mematangkan proklamasi, dimana Rengasdengklok merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, jadi tidak akan ada Indonesia jika tidak ada peristiwa Rengasdengklok, seperti yang disampaikan Gubernur Jawabarat, Ridwan Kamil, dalam sambutanya dikegiatan Kirab Merah Putih dan Silaturahmi Kebhinekaan di Plaza Pemda Karawang, Sabtu (15/8/20) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Emil, meminta masyarakat Karawang senantiasa menjaga persatuan dan kebhinekaan yang selama ini menjadi ciri dan karakter masyarakat Indonesia, pasalnya kebhinekaan merupakan ajaran luhur nenek moyang bangsa Indonesia yang harus dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi, Pintanya

Ridwan Kamil menegaskan, pihaknya bertekad untuk menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang penuh toleransi dan menjadi rumah dari keberagaman, dan kegiatan Silaturahmi kebhinekaan ini akan terus digelar diberbagai kabupaten/kota lainnya di Jawa barat.

Jika Indonesia ingin lestari, sambung Kang Emil, mari kita sama - sama jaga Pancasila, jaga NKRI, dan jaga Kebhinekaan, perbanyak dialog, perbannyak mencari persamaan untuk pengikat persatuan ketimbang mencari perbedaan untuk dipertengkarkan. Tegasnya

Sementara itu, Dr Hj Cellica Nurrachadiana selaku Bupati Karawang mengatakan bahwa, "Toleransi bagi masyarakat Karawang merupakan budaya yang telah tumbuh lama dalam kehidupan, sehingga kerukunan dan keamanan menjadi komitmen semua pihak".

Menurutnya (Cellica.red), manusia itu diciptakan berbeda-beda dan berlomba-lomba berbuat kebaikan, tentunya hal ini menjadi dasar bahwa keragaman merupakan sebuah anugerah yang harus disikapi dengan bijak, jika tidak, maka perbedaan tersebut akan menjadi pemantik suatu musibah hingga terjadinya perpecahan, untuk itu harus dipahami dan diyakini bahwa Kebhinekaan adalah kekuatan untuk mempersatukan, dan sudah sepatutnya keberagaman harus dibanggakan dan dirayakan, bukan dijadikan dasar untuk memecah belah dengan memunculkan kebencian dan kebohongan demi kepentingan suatu pihak. Pungkas Bupati Karawang Dr Cellica Nurrachadiana kepada cyber88.co.id.

(Hys)

Komentar Via Facebook :