Ridwan Kamil Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19, Kenapa Jokowi Tidak, Ini Alasannya
CYBER88.CO.ID | Bandung – Setelah Negara Beruang (Rusia) menemukan Vaksin Covid-19, setelah melalui serangkaian uji coba. Tidak tanggung-tanggung, uji coba salah satunya dilakukan pada Maria Vorontsova dan Yekaterina Vladimirovna Putina, putri Presiden Rusia Vladimir Putin. Kini vaksin tersebut telah di daftarkan dan mendapatkan registrasi.
Indonesia pun terus berpacu untuk menemukan Vaksin virus yang telah meninfeksi juataan manusia didunia.
Namun, seperti halnya di beberapa Negara yang sedang mengembangkan Vaksin Covid-19 itu, tentunya hendak di uji coba dan dalam hal ini membutuhkan banyak relawan.
Sempat muncul isu, masyarakat yang menjadi kelinci percobaan. Nada-nada seperti itu terutama muncul di media sosial.
Namun kendati demikian, sudah ada sebanyak 1.620 orang menjadi relawan uji klinis fase ketiga vaksin virus yang merupakan hasil kerja sama BUMN Bio Farma dengan Sinovac dari China. Salah satunya yakni, Gubernur Jawa barat Ridwan kamil atau kerap di sapa Kang Emil.
Baca Juga : Rusia Temukan Vaksin Covid-19, Dunia Sambut Penuh Harapan
Namun saat hari kemarin Presiden Jokowi datang mengunjungi BUMN Bio Farma di Bandung, muncul pertanyaan. Apakah Presiden Jokowi masuk dalam salah satu orang yang akan melakukan uji coba ?
Meluruskan perspektif itu, Kang Kamil, memberi penjelasan. Kenapa Presiden Joko Widodo dan atau bahkan Menteri BUMN Erick Thohir, tidak bisa menjadi relawan tetapi justru dia, Kapolda dan Pangdam yang mendaftarkan menjadi relawan.
Kang Emil ini mengungkapkan, keinginannya jadi relawan untuk membuktikan bahwa uji ini bukan untuk kelinci percobaan tapi untuk meyakinkan dan memberikan contoh.
"Ini adalah untuk menunjukkan gestur bahwa ini bukan kelinci percobaan. Nah kami terdaftar, saya akan disuntikan virus itu," kata Ridwan dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa malam, (11/8/2020).
Disampaikannya, ada tiga tipe virus yang biasanya menjadi vaksin. Pertama mengambil dari virus langsung, mengambil hanya sebagian dan memakai virus yang sudah mati.
Dia dan ribuan relawan lainnya akan disuntikan dengan tipe ketiga. "Yang dipakai tipe 3, virus yang sudah dimatikan," katanya.
Karena memakai tipe yang ketiga, maka penyuntikan nanti akan dilakukan lebih dari sekali. Karena itu relawan diambil lebih banyak dari lokasi yang berada di sekitar Bandung atau dekat dengan Bio Farma.
"Kenapa Pak Presiden, Pak Erick Thohir enggak bisa jadi relawan, karena ini harus yang dekat dengan Bio Farma. Kalau yang di luar Bandung bolak-baliknya susah,"
Karena dengan jarak yang dekat, setiap saat pihak Bio Farma akan bisa melakukan pengontrolan yang rutin. Maka kenapa para relawan ini syaratnya adalah warga Jawa Barat, khususnya Bandung sekitarnya, terang Kang Emil. (Des'S)


Komentar Via Facebook :