Prancis Siapkan Rudal Pencegat untuk Ukraina di Tengah Intensitas Serangan Rusia
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pernyataan terkait dukungan Prancis untuk Ukraina, termasuk rencana pengiriman rudal pencegat untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina di tengah meningkatnya serangan Rusia.
CYBER88 | Jakarta – Prancis berencana mengirim rudal pencegat tambahan kepada Ukraina untuk memperkuat pertahanan udara negara tersebut di tengah meningkatnya serangan Rusia.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan rencana bantuan tersebut ketika serangkaian serangan Rusia kembali menimbulkan korban jiwa. Dalam periode serangan terbaru, sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas, dengan tujuh korban berada di Ukraina, empat di Rusia, dan dua lainnya di Crimea yang dikuasai Rusia.
Serangan tersebut terjadi ketika tim penyelamat masih melakukan pencarian di antara reruntuhan pusat perbelanjaan di Kryvyi Rig, Ukraina timur. Lokasi itu sebelumnya terkena serangan drone Rusia yang menewaskan 16 orang.
Macron mengumumkan rencana pengiriman rudal pencegat melalui akun X. Ia menegaskan dukungan Prancis terhadap kemampuan Ukraina dalam melindungi wilayah udaranya.
"Sangat penting untuk menyediakan Ukraina dengan semua sarana yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah udaranya dan menggagalkan agresi ini," kata Macron.
Rencana bantuan tersebut muncul menjelang pertemuan negara-negara yang tergabung dalam Coalition of the Willing. Kelompok yang dipimpin Prancis dan Inggris itu dijadwalkan bertemu pada Senin untuk membahas upaya meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar menghentikan perang di Ukraina.
Di sisi lain, jalur diplomasi antara Rusia dan Ukraina masih menghadapi kebuntuan. Amerika Serikat sebelumnya berperan sebagai mediator dalam sejumlah perundingan langsung antara Kyiv dan Moskow.
Situasi geopolitik juga semakin kompleks dengan adanya konflik lain yang disebut menyita perhatian Washington. Pemerintahan Presiden Donald Trump juga dilaporkan menghadapi kekecewaan karena perang Rusia-Ukraina belum kunjung berakhir.
Sementara itu, Rusia terus melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Kyiv menjadi salah satu sasaran utama, termasuk melalui penggunaan rudal balistik.
Rudal balistik memiliki kecepatan tinggi sehingga dapat mencapai sasaran dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat warga di Kyiv memiliki waktu yang terbatas untuk mencari perlindungan ketika peringatan serangan udara berbunyi.
Dengan tambahan rudal pencegat dari Prancis, Ukraina diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya sekaligus memberikan perlindungan lebih besar bagi masyarakat di tengah berlanjutnya konflik.


Komentar Via Facebook :