Tiga WNA Diduga Anggota IDF Diusir dari Gym di Bali, Berujung Review Bintang Satu
Tiga WNA yang disebut sebagai anggota IDF menjadi sorotan setelah diusir dari sebuah gym di kawasan Ubud, Bali.
CYBER88 | Jakarta — Tiga warga negara asing (WNA) asal Israel yang disebut sebagai anggota Israel Defense Forces (IDF) diusir dari sebuah pusat kebugaran di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial setelah direkam dalam sebuah video.
Persoalan bermula ketika ketiga pria tersebut datang ke gym. Pemilik tempat kebugaran mengaku mengambil tindakan setelah salah satu dari mereka dianggap bersikap kasar kepada staf.
Dalam video yang beredar, pemilik gym menyampaikan bahwa dirinya mendapat laporan dari staf terkait perilaku salah satu pengunjung tersebut. Ia kemudian mendatangi ketiganya untuk meminta penjelasan sekaligus menanyakan asal kewarganegaraan mereka.
Dari percakapan tersebut, pemilik gym menyebut ketiga WNA itu mengaku sebagai warga Israel dan tergabung dalam IDF. Ia juga menuding mereka masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor dari negara lain.
Pemilik gym kemudian meminta ketiga pria tersebut meninggalkan tempat usahanya. Dalam video itu, ia juga menyampaikan pandangannya terkait keterlibatan mereka sebagai anggota IDF dan menyebut alasan moral sebagai salah satu dasar keputusannya.
Pasca kejadian, pihak gym mengaku mendapatkan ulasan satu bintang di Google. Dalam ulasan tersebut, pemilik gym disebut telah melakukan tindakan rasis dan diskriminasi berdasarkan agama.
Namun, pemilik gym membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan mengusir ketiga pengunjung bukan didasarkan pada agama, melainkan pada dugaan perilaku kasar terhadap staf serta identitas mereka yang disebut berkaitan dengan Israel dan IDF.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian aparat. Pihak Imigrasi dan kepolisian menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap video yang beredar untuk memastikan informasi mengenai identitas dan status ketiga WNA tersebut.
Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Putu Suhendra, mengatakan pihaknya masih akan mengecek informasi tersebut.
"Saya akan cek dulu," kata Putu Suhendra.
Sementara itu, Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara juga mengatakan pihak kepolisian akan terlebih dahulu memeriksa video viral tersebut.
"Coba kami cek," ujarnya.
Penyelidikan diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi mengenai ketiga WNA tersebut, termasuk dugaan keterlibatan mereka dalam IDF dan penggunaan paspor negara lain saat memasuki Indonesia.


Komentar Via Facebook :