Kuansing Terpilih Jadi Percontohan Proyek Gold Ismia Dari UNDP

Kuansing Terpilih Jadi Percontohan Proyek Gold Ismia Dari UNDP

Cyber88 TELUKKUANTAN - Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dipilih oleh United Nations Development Programme (UNDP) sebagai daerah percontohan proyek pertambangan emas berskala kecil tanpa menggunakan merkuri. Proyek dengan nama Gold Ismia itu akan dilaksanakan di Desa Logas dan Logas Hilir. Rencana proyek Gold Ismia ini akan dilakukan selama lima tahun kedepan mulai 2019 ini sampai 2023. Tujuan dari proyek Gold Ismia ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya pengurangan dan penghapusan merkuri di skala Pertambangan Emas Skala Rakyat (PESK) sehingga nantinya dapat tercipta pertambangan emas skala rakyat yang bebas dari penggunaan merkuri. Kuansing merupakan salahsatu dari enam lokasi kabupaten terpilih yaitu Kabupaten Lombok Barat, Halmahera Selatan, Gorontalo Utara, Minahasa Utara, Kulon Progo dan Kuantan Singingi. Dipilihnya Kuansing menjadi daerah percontohan pertambangan emas tanpa merkuri dikarenakan memiliki lokasi pertambangan dengan aktivitas penambangan yang cukup massive. Gold Ismia sebagai proyek yang sangat strategis diharapkan dapat menjadi katalisator dalam implementasi Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2019 khususnya untuk sektor pertambangan sehingga merkuri dapat terhapus secara penuh dan tercipta lingkungan yang lebih baik serta dapat mencegah timbulnya bahaya lebih jauh terhadap kesehatan. Bupati Kuansing, Drs Mursini saat berbincang dengan wartawan diruangan kerjanya kemarin, Selasa (12/11/19) membenarkan jika Kabupaten Kuansing terpilih menjadi daerah percontohan proyek Gold Ismia. Proyek ini kata dia, dibiayai oleh UNDP dengan taksiran biaya sekitar Rp30 miliar. Ia berharap dengan berjalannya proyek Gold Ismia ini akan dapat neningkatkan kesejahteraan masyarakat Kuansing terutama para penambang skala kecil. "Secara teknologi pengolahan tambang (emas) akan dibantu oleh BPPT nantinya," tutup Bupati Mursini. (hendri)

Komentar Via Facebook :