Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Tambun selatan, Diadukan ke Polres Metro Bekasi
CYBER88 | Kab.Bekasi -- Polemik Pemotongan Biaya Tour dan Perpisahan di SMPN 1 Tambun selatan berbuntut panjang. pasalnya, setelah media cyber88 melakukan wawancara tertulis dan konfirmasi dengan nomor surat 020/cyber88/biro Bekasi/VIII/2020 perihal adanya informasi dugaan pungli di SMPN 1 Tambun selatan tidak mendapatkan jawaban dari pihak sekolah, terkesan terabaikan, bahkan kepala sekolah enggan untuk memberikan jawaban atas surat yang sudah di layangkan.
Setelah cyber88.co.id menunggu jawaban surat yang sudah di layangkan. Namun, tidak kunjung ada jawaban dari pihak sekolah, akhirnya informasi ini resmi di teruskan langsung ke Penegak Hukum Polres metro Bekasi, dengan Nomor Surat 023 Cyber88/Biro.Bekasi/ VIII/2020 Perihal Penyampaian Informasi adanya dugaan pungutan liar di SMPN 1 Tambun selatan.
Seperti diketahui sebelumnya. Dugaan pungli di SMPN 1 Tambun selatan, pihak sekolah melakukan Indikasi pemotongan biaya tour yang sudah di rencanakan sebelumnya dengan dalih biaya hotel restauran dan Armada Bus yang sudah down payment (DP). Namun, travelnya sampai saat ini tidak pernah diketahui sebagai pihak penyelenggara tour.
Dari Informasi yang dihimpun cyber88.co.id dari orang tua murid yang tidak mau disebutkan identitasnya, pemotongan biaya ini dilakukan guru pada saat pengembalian tabungan. Biaya yang dipotong sebesar 300 ribu ,"ujar sumber.
Lanjut sumber, "Kami orangtua tidak mengerti kok ada biaya yang muncul tapi jalan-jalannya tidak jadi, kami merasa di bohongi oleh sekolah.
Pembatalan ini karena situasi Covid-19 yang tidak memungkinkan melaksanakan perpisahan ke Jogjakarta, ini bukan kemauan kita karena ini berkaitan penyakit dan wabah, bukan karena orang tua yang membatalkan, apalagi situasi ekonomi sekarang pemerintah aja ngebantu masyarakat ini malah ada biaya yang tidak jelas yang harus di tanggung orang tua, kami merasa di bodohi ,"cetusnya.
Kami Berharap Ini dapat di usut dan di pertanyakan ke pihak travel dan sekolah, kalau bisa kami minta di usut sampai ke penegak hukum Tim Saber Pungli, Biar ada efek jera kalau dibiarkan terus bakal terulang lagi seperti ini, "tutup sumber.


Komentar Via Facebook :