Calon Kades Minta Bupati Berani Ambil Sikap Terkait Pelaksanaan Pilkades, Kabupaten Bogor Bisa Menjadi Acuan

Calon Kades Minta Bupati Berani Ambil Sikap Terkait Pelaksanaan Pilkades, Kabupaten Bogor Bisa Menjadi Acuan

CYBER88 | Kab.Bekasi – Belum adanya kepastian pemilihan kepala desa di enam belas desa yang berada di kabupaten Bekasi akibat pandemi covid 19, membuat para calon kepala desa merasa resah, dan meminta Bupati untuk segera mengeluarkan keputusan, agar para kepala desa tidak harus menuggu lama, yang membuat kecewa para kader calon kepala desa di 16 desa tersebut

Pemintaan agar bupati Bekasi untuk segera mengeluarkan keputusan pemilihan kepala desa di enam belas desa di kabupaten Bekasi di ungkapkan salah satu calon kepala desa  Tanjung sari kecamatan Cikarang utara kabupaten Bekasi, yang merasa bupati harus secepatnya mengambil keputusan pemilihan kepala desa.

"Seluruh tahapan sudah di lakukan dari penyeleksikan,pengeambilan nomer undi dan kampanye sudah kami lakukan,hanya tinggal pemilihan yang belum ada kepastian dari bupati Bekasi" terang Jamaludin salah satu calon kepala desa Tanjung sari.

"kami seluruh calon kepala desa berharap kepada bupati agar konsekwan dengan keputusannya, jangan melihat kondisi wilayah kabupaten Bekasi yang masih terdampak covid, lihat saja kabupaten Bogor yang merupakan zona merah.

Namun kepala daerah nya berani mengambil sikap untuk melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak namun dalam pemilihan nanti  tetap menjalankan protokol kesehatan" jelas Jamal.

Di singgung belum adanya kepastian bupati terkait pemilihan kepala desa di enam belas desa yang berada di kabupaten Bekasi, jamaludin menambahkan telah berkordinasi dengan para calon di enam belas desa, yang berencana akan melakukan aksi dengan mengepung kantor bupati Bekasi.

"bisa saja kita lakukan demo secara besar besaran, namun kami sebagai calon kepala desa masih berharap bupati untuk secepatnya mengambil keputusan, jangan sampai ada reaksi yang akan menimbulkan preseden tidak baik di mata masyarakat, meski para calon kepala desa bisa menuntut pemerintah kabupaten Bekasi yang belum juga memberikan kepastian pemilihan kepala desa"lanjut Jamaludin

"Padahal bupati yang notonone mantan kepala desa seharusnya dapat memahami dan mengerti dampak belum di laksanakan  pemilihan kepala desa di enam belas desa yang saat ini tertunda, terlebih masa bakti pejabat sementara kepala desa yang hampir habis saat mengisi kekosong kepala desa di enam belas desa tersebut" beber Jamal.

Sementara itu calon kepala desa segaramakmur, Agus sopyan yang juga menjabat sebagai ketua apdesi, meminta bupati Bekasi untuk berani mengambil sikap dan punya kebijakan untuk pelaksanaan Pilkades di enam belas desa.

"Kabupaten Bogor yang masih zona merah tapi berani memutuskan untuk pemilihan kepala desa kenapa kabupaten Bekasi yang masuk zona hijau tapi tidak berani mengambil keputusan untuk melakukan pemilihan kepala desa di enam belas desa" terang Agus Sopyan.

"Karena dengan belum adanya keputusan bupati dalam pemilihan kepala desa membuat sejumlah calon kepala desa resah, kasihan juga calon kepala desa dengan belum jelasnya pemilihan desa yang belum di putuskan bupati Bekasi" pungkas Agus Sopyan.

Komentar Via Facebook :