Ini Sebab TKA China Diusir Warga Aceh

Ini Sebab TKA China Diusir Warga Aceh

CYBER88 | Aceh – Tidak dikoordinasikan pada perangkat desa maupun kecamatan, di Aceh 39 orang TKA asal China, diusir warga Desa Simpang Peut, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Sabtu kemaren.

Dikabarkan TKA ini baru saja datang ke wilayah itu untuk bekerja di PLTU 3-4 Nagan Raya. Info yang diterima TKA ini menggunakan visa kunjungan wisata namun disalahgunakan sebagai TKA.

Namun kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Iskandar mengatakan, 39 warga China yang datang ke Nagan Raya tak memiliki visa kerja atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) untuk TKA.

"Mereka hanya memiliki visa wisata. Hanya dua TKA yang bisa menunjukkan notifikasi izin kerja. Mereka belum mengantongi izin kerja baik dari Kemenaker maupun dari Pemerintah Aceh,” ujarnya.

"Bukan kartu KITAS yang wajib untuk setiap TKA yang memiliki izin kerja dari Kementerian Tenaga Kerja,” kata Iskandar, Minggu, (30/8/20).

Bahkan Iskandar menyebut bahwa perusahaan pengelola PLTU 3-4 Nagan Raya yaitu PT Meulaboh Power Generstion sudah melakukan pelanggaran kedua kalinya, dengan memasukkan TKA China yang tidak memiliki dokumen lengkap.

Iskandar berharap Kementerian Hukum dan HAM dapat memeriksa setiap WNA yang akan bekerja sebagai TKA di Aceh, sebagaimana aturan yang berlaku.

Pihaknya hanya dapat bertindak dengan melarang mereka masuk wilayah kerja PLTU. “Mereka hanya boleh tinggal di mess kerja saja dan tidak boleh bekerja tanpa notifikasi izin kerja dan kitas,”

Setelah dilakukan mediasi antara Forkompimda Nagan Raya, pengawas tenaga kerja dan pihak perusahaan, WNA tersebut diamankan ke lokasi mess PLTU 3-4 Nagan Raya guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kami kembali akan turunkan tim untuk memasang inspektor line di mess kerja tersebut agar mereka tidak bisa keluar dari mess sebelum dapat menunjukkan segala persyaratan perizinan kerja,” ucapnya.

Sebelumnya, kedatangan WNA ke Nagan Raya itu mendapat penolakan dari sejumlah warga dan dilakukan pengusiran. Warga menolak kedatangan WNA ke daerah setempat.**

Komentar Via Facebook :