Dampak PSBB, Angka Kelahiran Saat Pandemi Cukup Tinggi

Dampak PSBB, Angka Kelahiran Saat Pandemi Cukup Tinggi

CYBER88 | Garut -- Akibat  pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang bekepanjangan dan belum tahu kapan akan berakhir, membuat pemerintah menetapkan berbagai aturan dan berbagai kebijakan. 

Salah satunya memberlakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Dengan adanya kebijakan tersebut masyarakatpun diminta untuk berada di rumah dan masyarakatpun harus berupaya bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kebijakan Pemerintah itu sangatlah beralasan, yakni untuk menekan penyebaran Covid-19, yang hingga kini masih terjadi peningkatan terutama di beberapa daerah yang berdekatan dengan evisentrum Covid-19.

Di berbagai daerah launpun masyarakat yang memang memiliki bekal ekonomi yang cukup kuat banyak yang lebih memilih lebih banyak berada di rumah.

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN menunjukkan keterbatasan akses terhadap layanan kontrasepsi akibat banyak melakukan kegiatan di dalam rumah, serta intensitas kebersamaan pasangan usia subur yang meningkat secara signifikan turut mempengaruhi tingginya angka kehamilan.

BKKBN memprediksi akan ada tambahan 370 ribu hingga 500 ribu kelahiran bayi pada awal 2021. 

Meningkatnya jumlah kehamilan tersebut tentunya akan mempengaruhi Program Keluarga Berencana yang sudah di tata sedemikian rupa oleh pemerintah.

Terkait hal itu, ditemui Cyber88.co.id, Ajat Sudrajat atau kerap disapa Abah Garut, yang merupakan warga Kabupaten Garut, yang juga merupakan pemerhari Program KB mengatakan, bahwa ketika pasangan suami istri lebih banyak dirumah dan untuk mengisi kejenuhan tentunya akan lebih intens melakukan hubungan suami istri," Katanya.

Abah Garut mengatakan, bahwa memang dia kini banyak melihat perempuan yang tengah hamil muda terutama pasangan Usia subur, tidak hanya di wilayah yang di berlakukan PSBB.

Dirinya berharap, Pemerintah jangan terlena terkait hal tersebut. Karena menurutnya, Program Keluarga Berencana (KB) harus Tetap di Kontrol kendati semua elemen terutama para pegiat kesehatan masih pokus menghadapi penyebaran virus corona," Ujarnya.

Komentar Via Facebook :