Drs Hari Winarno.,M.Si Camat Muda Dan Bermasyarakat

Camat Bantarsari Cilacap Kembangkan Destinasi Wisata dan Identifikasi Potensi 

Camat Bantarsari Cilacap Kembangkan Destinasi Wisata dan Identifikasi Potensi 

CYBER88 l Cilacap -- Ditengah Pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir pada satu sisi telah menimbulkan dampak kepada masyarakat secara luas tidak hanya dari sisi kesehatan, termasuk keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan lain sebagainya. 

Namun demikian,Camat Bantarsari yang dikenal lugas ,sensitif dan bermasyarakat Drs Hari Winarno.,M.Si tetap memberikan Suport dan semangat kepada seluruh pemerintah desa yang ada di Kecamatan Bantarsari untuk terus semangat dalam berusaha dan berupaya. 

Berinovasi,mengembangkan hal baru memang tidaklah mudah tapi jangan kemudian surut, tapi tetaplah semangat, namun harapan itu senantiasa ada, dan sebagian hal ini dibuktikan oleh sosok Camat Bantarsari Drs Hari Winarno.,M.Si,Kamis (24/09/2020). 

Sepanjang siang sampai dengan sore hari Camat Bantarsari Drs Hari Winarno.,M.Si bersama Sekcam Wagino, mantri polisi sartomo berangkat ke Desa Kamulyan,Cikedondong dan Kedungwadas bergerilya mencari aset-aset desa dari unsur wisata yang bisa dikembangkan. 

Hari Winarno pun berkesempatan melihat langsung Bendung Kebogoran dengan segala potensinya yang berlokasi di Desa Kamulyan. 

Bersama Kades Satum dan didampingi perangkat desa, para Kadus serta pengurus BPD Desa Cikedondong, melihat calon lokasi wisata wahana permainan air yg akan dikembangkan pemerintah desa dan BUMDes  yang direncanakan berdiri di atas tanah desa Cikedondong. 

Beranjak waktu sudah menunjukan sore hari, Camat Hari winarno pun mengunjungi dan melihat langsung potensi wisata alam berupa deretan Curug Ejim ,bendung, Curug Pengantin di Desa Kedungwadas, yang sangat memungkinkan dan relatif low cost, segera bisa "dipoles" menjadi destinasi wisata yang bisa mendatangkan pendapatan bagi Desa. 

Sebagaimana semangat "Motto" Camat Bantarsari yaitu "membersamai  pemerintah desa yang ada di Kecamatan Bantarsari".

"Paranirungoknatulungi" berangkat dari filosofi sederhana itu yang mengandung arti. 

Parani (datangi), perencanaan yg bagus membutuhkan data dan informasi yg akurat, tanpa mendatangi dan melihat langsung, sulit untuk didapatkan identifikasi memadai,

Rungokna (dengarkan), berikan kesempatan Desa, selaku pemilik rencana untuk menggambarkan visi.

Tulungi (bantu), sentuhan akhir utk memastikan setiap visi besar, ditempuh dengan cara yg benar, manfaat yang maksimal, tanpa ekses negatif. (Abah Gatan)

Komentar Via Facebook :