Ternyata begini cara PSK jual diri lewat aplikasi MiChat, sehari bisa layani 7 pria

,
Ternyata begini cara PSK jual diri lewat aplikasi MiChat, sehari bisa layani 7 pria

CYBER88  -- Di era serba digital, kini kian marak para pekerja seks komersial atau PSK menjajakan dirinya secara online. Salah satu caranya, Para PSK itu menjajakan dirinya memanfaatkan aplikasi MiChat.

Di aplikasi MiChat, para PSK secara terang-terangan memasang foto profil yang menggoda. PSK tersebut memajang foto dirinya berpakaian seksi serta bergaya vulgar.

Selain itu, PSK tersebut mencentumkan beberapa kode untuk menarik perhatian pelanggannya.

Kode tersebut seperti, BO ( booking order ), DP ( down payment ) dulu, COD Langsung, No PHP, No Pance, dan lainnya.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai praktik prostitusi online tersebut, Cyber88.co.id mencoba untuk menulusuri hal itu.

Menurut salah satu PSK berinisial HN, menyebut tarif untuk kencan bersamanya Rp 1,5 juta. Namun setiap yang akan membokingnya harus membayar uang muka (DP) terlebih dahulu sebesar Rp.500ribu.

HN menyebut nominal Rp 1,5 juta itu sudah termasuk Hotel plus layanan full service dan ada embel-embel "gak bakal kecewa".

"Tarif ini sudah layanan semalam penuh," kata dia.

Selanjutnya, HN (23) menyatakan jika serius ingin kencan denganya maka DP ditransfer terlebih dahulu baru ketemuan.

Ia mengaku, sering melayani pria hidung dan telah berkecimpung di dunia prostitusi online sejak 3 tahun yang lalu.

HN juga mengirimkan foto serta video syurnya guna meyakinkan calon konsumennya.

Selain menawarkan diri di media sosial, ia juga kerap sering menunggu pelanggan di tempat karaoke itu.

"Biasanya sampe pagi tergantung customer-nya. Tempat seringnya di Hotel," sebutnya.

Ia juga mengaku selalu bertransaksi secara online menggunakan aplikasi pertemanan, khususnya MiChat.

"Lebih mudah aja kalau online. Apalagi MiChat, lebih mudah ketemu pelanggan (dari fitur pengguna di sekitar)," katanya.

Dalam sehari, ia mengaku bisa melayani rata-rata 3-5 pria hidung belang. Pelanggan, menurut dia, biasanya ramai pada akhir pekan.

"Ya 2-3 sampai 5 orang. Tapi kadang cuma 1 orang. Kadang juga nggak ada sama sekali dalam sehari. Ramai biasanya weekend, bisa sampai 4-5 orang," tuturnya.

Tak hanya itu, dari hasil penulusuran, terdapat PSK bernama Anggi (bukan nama sebenanrnya) juga menjajakan dirinya melalui applikasi MiChat.

Secara gamblang ia menceritakan rata-rata pendapatannya sejak beralih profesi sebagai penjaja tubuh.

"Paling banyak tuh pernah tujuh orang sehari. Cuma kalau sudah dapat lima, biasanya pelanggan yang lain aku cancel aja. Karena lumayan capek. Kalau harga sih minimal Rp 300 ribu untuk sekali yah, tapi lihat orang juga sih, kalau lebih dewasa Rp 500 ribu," paparnya.

Jika dihitung rata-rata angka minimal order per hari dan dikalikan 20 hari kerja, maka puluhan juta sudah pasti mengalir ke kas Anggi.

Wanita ini pun tidak menampik jika per bulan penghasilannya bisa mencapai Rp 20 juta.

"Ya kira-kira gitulah. Kalau untuk pengeluaran sih cuma untuk bayar Kos aja, sama makan. Niatan berhenti sih ada, cuma nanti kalau sudah cukup. Ada keinginan beli rumah sama mobil," terangnya yang mengaku baru 10 bulan menjalankan profesi tersebut.

Ia menjelaskan, rumah Kos jauh lebih aman dan hemat ketimbang Hotel saat melakukan praktik prostitusi.

Para pelanggannya tidak lagi dibebankan harus membayar sewa tempat seperti Hotel.

Saat ditanya mengenai para pria hidung belang yang pernah memakai jasanya, Bunga tidak pernah mengusik pekerjaan atau latar belakang mereka.

Dirinya lebih memilih untuk bersikap profesional dengan mengikuti gaya masing-masing pelanggannya.

Namun, ia menjelaskan, user terdiri dari seluruh kalangan. Mulai dari remaja, pelajar atau mahasiswa, hingga orang dewasa alias om-om.

Selama ini, Anggi hanya mau bertransaksi di rumah Kos yang ia siapkan, tapi, ada pengecualian khusus untuk pelanggan tetap.

"Enggak pernah tanya-tanya sih, yang penting saya ramah. Ada yang mau cerita dulu, ya kita dengar, ada yang mau langsung, ya kita ikutin. Ada sih yang aneh, minta macam-macam lah. Aku ikut sebisa mungkin, kalau masih normal ya, cuma kalau udah aneh betul, aku gak mau," imbuhnya.

Perempuan berkulit kuning langsat ini menambahkan, dirinya bekerja sendiri tanpa muncikari.

"Aku sendiri. Cuma kalau tahu online ini, memang dari teman. Ya emang betul sih, untungnya besar. Tapi tetap aku ada target lah, siapa sih yang mau kerja gini terus," tuturnya. (Sam)

Komentar Via Facebook :