Kurangnya Tata Krama Layani Tamu, Pelayanan Puskesmas Kawunganten Patut Dipertanyakan
CY88ER | Cilacap -- Adanya dugaan kelalaian yang dilakukan oleh pelayanan Puskesmas Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan mengakibatkan hilangnya nyawa bayi yang dilahirkan dipuskesmas tersebut pada tanggal 22 september 2020 meninggalkan kesedihan yang mendalam dan kekecewaan dari orang tua dan keluarga bayi.
Hal tersebut sudah menjadi viral di media sosial dan menuai cibiran dari berbagai pihak terkait ketidak profesionalan pegawai medis di Puskesmas Kawunganten, yang mengakibathan hilangnya nyawa seorang bayi.
Siti Nurohmah ibu sang bayi, adalah orang yang paling kehilangan atas meninggalnya anaknya. Menurutnya Roliah (50) ibu Siti Nurohmah yang merupakan nenek sang bayi yang megatakan pada pemberitaan sebelumnya sebelumnya meninggal akibat kelalaian pegawai medis, yang seperti asal - asalan merawat pasien.
Sekalipun sudah menjadi viral, namun pihak - pihak terkait dalam menyikapi permasalahan ini terkesan hanya sekedar formalitas.
Menindak lanjuti hal ini, Cyber88 pun mencoba terus menjadi corong guna menyampaikan pesan moral dari keluarga sang bayi, yang merasa kecewa atas apa yang terjadi.
Kamis 1 oktober 2020 tim Cyber88 mencoba mendatangi Puskesmas Kawunganten untuk mengklarifikasi terkait kejadian yang menimpa sang bayi.
Tim Cyber88 pun bertemu dengan Edi kuncoro kepala Puskesmas Kawunganten. Namun sayangnya, di puskesmas tersebut tidak diterapkan tata krama dalam melayani tamu. Tim Cyber88 diterima sebagai tamu sambil berdiri dan tidak di persilahkan untuk duduk di tempat menerima tamu seperti di tempat – tempat lain. Hal ini dirasakan seperti apa yang di sampaikan keluarga sang bayi, yang jauh dari kata professional.

Edi kuncoro menjelaskan, “bahwa kejadian ini telah di investigasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Bahkan katanya, barusan dari dewan Komisi D datang untuk mempertanyakan kejadian tersebut.
“Semua permasalahan ini silahkan pertanyakan ke Dinas Kesehatan, karena sedang di proses sesuai SOP. Adapun oknum bidan yang diduga menyalahi SOP kesehatan dalam melayani, itu sudah diambil alih kewenangannya oleh Dinkes Cilacap, Singkat Edi.
Menyikapi kejadian tersebut, Kaperwil Cy88er Jateng Kasikin, angkat bicara.
“Sungguh sangat miris melihat kejadian ini. Keluhan dari keluarga pasein atas lemahnya fungsional pelayanan kesehatan di Puskesmas Kawunganten.
Apalagi, lanjut Kasikin, seperti dikatakan oleh keluarga sang bayi, yang mendapat kabar dari dari salah satu perawat rumah sakit islam cilacap yang mengatakan, “pasein yang dirujuk dari puskesmas Kawunganten harus diperiksa dengan teliti. Karena biasanya keadaan atau kesehatan pasein tidak sesuai dengan hasil rujukan dari puskesmas Kawunganten.
“Hal inilah yang menjadi tanda Tanya besar terkait pelayanan di Puskesmas Kawunganten. Sayapun meminta kepada seluruh wartawan yang ada di Jateng untuk turun tangan melakukan penelusuran terkait hal itu,” Tegas Kasikin.
Dikatakan Kasikin, ia sangat kecewa atas pelayanan pihak Puskesmas Kawunganten yang menerima wartawannya sambil berdiri. Sepertinya pelayan masyarakat yang notabene seorang ASN ini kurang diajari tata krama,” Cerut Kasikin. (Purwati/Samsu)


Komentar Via Facebook :