Padepokan Macan Dupa Nusantara Kesti TTKKDH Simbol Budaya Banten Yang Harus Dilestarikan

Padepokan Macan Dupa Nusantara Kesti TTKKDH Simbol Budaya Banten Yang Harus Dilestarikan

CYBER88 | Pandeglang -- Perguruan padepokan Macan Dupa Nusantara berdiri tanggal 25 Juli 2014, berawal dari Kepedulian seorang guru muda terhadap seni budaya banten yang menurutnya harus terus di jaga dan di lestarikan agar generasi penerus bangsa di seluruh tanah air mencintai budayanya sendiri. Sehingga menjadi warisan yang terus membumi dan terus berinovasi dengan pengembangan tekhnik tanpa melupakan kaidah dan dasar Kesti TTKKDH.

 

Ditemui di padepokannya (15/10 ) Ustd Ridwansyah, S.Pd, kepada Cyber88.co.id menjelaskan, "Saya mendirikan padepokan macan dupa nusantara Sudah 9 tahun sejak 2011. Padepokan ini di dirikan karena rasa cinta saya terhadap seni salah satunya ilmu bela diri pencak silat.

 

Pria yang kerap disapa dengan sebutan Eyang dan juga pimpinan pondok pesantren Hikayatul Huda Kolelet menyampaikan nama Padepokan dan nama Pembina dan ketua Padepokan dan visi misi padepokan macan dupa nusantara antara lain : Padepokan Macan Dupa Nusantara pembinanya Rasim, S.Pd (Kepala Desa Kolelet) dan sebagai guru besarnya adalah Ridwan syah.

 

Kegiatan yang di ajarkan, seni bela diri, pengajian dan keterampilan lainnya.

 

Adapun alat yang kami miliki adalah hasil swadaya sendiri berupa kendang penca dan kuda lumping dan sampai saat ini padepokan Macan Dupa belum mendapatkan bantuan dari pemerintah,” Ungkap Eyang.

 

Visi  : Melestarikan budaya bangsa serta mencetak generasi yang handal patriotis dan berahlakul karimah

 

Misi : Melatih anak-anak muda agar memiliki kreasi seni budaya yang baik,

menanamkan nilai-nilai patriotisme serta budi pekerti yg luhur dan mendidik generasi bangsa agar mampu menjaga diri sendiri, keluarga, bangsa dan tanah air.

 

Harapan saya, Lanjut Eyang. Selaku guru besar padepokan,  kedepannya ingin padepokan lebih maju dan bisa menambah kekayaan budaya banten.

 

Saya berharap besar Gubernur banten bapak Wahidin Halim agar lebih memperhatikan padepokan-padepokan yang ada di banten yang sama sekali belum tersentuh bantuan apapun dari propinsi.

 

Padahal budaya inilah yg menjadi khas dan menjadi jati diri banten sesungguhnya. Macan Dupa Nusantara siap menjadi icon dan simbol budaya banten di bidang pencak silat,”

 

Selain dari itu agar budaya kita tidak punah, saya berharap besar pak Gubernur WH datang langsung ke padepokan kami untuk melihat bagaimaimana prosesi padepokan dan potensi budaya yanga kami jaga dan kembangkan, Harap Eyang.

 

Pesan moral untuk semua pembaca mari jaga dan lestarikan budaya kita kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga.

 

Jadilah warga banten yg bangga dengan budayanya sendiri. Kepada seluruh generasi muda di seluruh penjuru tanah air yang berminat belajar seni budaya banten macan dupa nusantara silahkan datang langsung dan belajar di padepokan kami di Kp. Kadumula Rt 001 Rw 002 Desa Kolelet Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang.

 

Demikian sekilas tentang perguruan padepokan macan dupa nusantara dengan besar harapan bapak gubernur dan dinas terkait dapat ikut andil bekerjasama demi menciptakan generasi yang handal menyongsong masa depan" Tutup Ridwans

yah (Edwin.S)

Komentar Via Facebook :