P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matenggeng Mengerjakan Proyek Perbaikan saluran irigasi Tersier Dengan Baik.
CYBER88 l Cilacap -- Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” jelas Ketua Lili P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matenggeng.
Salah satunya adalah kegiatan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Citanduy, Rehabilitasi dan peningkatan dilakukan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di beberapa kabupaten yang dilakukan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Menurut Kepala Desa Matenggeng Tabirin Pelaksanaan dilakukan dengan skema Padat Karya Tunai oleh P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matenggeng sebagai pelaksana dimana petani mendapatkan upah per hari tergantung tingkat upah yang berlaku dilokasi tersebut dengan lama pekerjaan 2 bulan.Ujarnya
Melalui program P3A - TGAI, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi dilakukan secara partisipatif oleh petani. Pekerjaan yang dilakukan berupa pembuatan saluran irigasi beton yang bermanfaat untuk menekan tingkat kehilangan air, pembersihan saluran, pembangunan jalan usaha tani, dan jembatan.Ungkap Mista Sekertaris P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matenggeng.
Dana yang dialokasi untuk setiap P3A sebesar Rp 195 juta. Ditargetkan 368m finish dalam jangka waktu 2 bulan, saluran irigasi bisa di rehabilitasi dan ditingkatkan melalui program P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matrnggeng.
Untuk meningkatkan kualitas jaringan irigasi, P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matenggeng mengembangkan teknologi Saluran Irigasi Modular. Teknologi tersebut bisa digunakan pada saluran irigasi premier, sekunder dan tersier serta memiliki keunggulan baik dari segi mutu konstruksi dan biaya.Kata Etom Rusdianto Bendahara P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matenggeng.
Saluran Irigasi Modular memiliki sambungan yang kuat dan cukup kedap sehingga kehilangan air akibat kebocoran dapat diminimalisasi. Teknologi tersebut juga memiliki beberapa keunggulan yakni lebih mudah dan cepat proses pembangunannya serta lebih rapih dan biaya pemeliharaannya lebih murah.
Teknologi ini telah diujicoba sepanjang di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah yaitu Daerah Irigasi (DI) Pesawahan Cilalay seluar 15 Hektar.
Namun pekerjaaan P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matenggeng sedikit terkendala Cuaca dan jarak dari lansir matrial ke lokasi pekerjaan itu sekitar 2 Kilometer dan medan jalanya pun Extreem yaitu jalan tanah yang licin.
Hingga saat ini pengerjaan sudah mencapai 70% dan semua yamg bekerja adalah anggota P3A-TGAI Cilalay Satu Desa Matenggeng. (Kasikin)


Komentar Via Facebook :