Walikota dan Pimpinan OPD Mojokerto Gelar Studi Banding di Raja Ampat
Walikota Mojokerto saat melakukan dialog dengan Pemda Raja Ampat
CYBER88 | Papua Barat -- Walikota Mojokerto beserta Pimpinan OPD-nya melaksanakan study tiru di Raja Ampat Papua Barat,
Kedatangan Walikota dan jajarannya disambut oleh Asisten Administrasi Umum dan sejumlah Pimpinan OPD di lingkungan Pemda Raja Ampat.
Kegiatan dialog tersebut dilangsungkan di Aula Wayag, Kantor Bupati Raja Ampat, Jumat (20/11/2020) WIT.
Dalam acara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum SETDA Raja Ampat, Yulianus Mambraku menyatakan, studi banding sebagai moment penting bagi daerah-daerah untuk saling berbagi informasi atau sharing terkait kebijakan dan potensi daerah.
Menurut Mambraku, dirinya merasa bangga, karena Raja Ampat bisa dijadikan tempat studi banding bagi Walikota Mojokerto dan jajarannya.
Kesempatan yang sama, Walikota Mojokerto, Hj Ika Puspitasari menegaskan, Ia dan jajarannya datang ke Raja Ampat untuk melaksanakan studi banding.
Untuk mengetahui beberapa hal, di antaranya tata pengelolaan pemerintahan dan juga manajemen pengelolaan atas potensi daerah.
“Raja Ampat sebagai bagian dari Provinsi Papua Barat, bagaimana menyumbang pertumbuhan ekonomi Papua Barat.
Sehingga tetap positif meskipun saat ini kita masih dalam suasana pandemic Covid-19. Selain itu, tentu kehadiran kami semua di Raja Ampat karena Raja Ampat dengan potensi pariwisatanya “sebagai surga yang jatuh ke bumi, ”ujar Ika.
Walikota Mojokerto itu juga membeberkan, Bahwa dalam masa kepemimpinan dia, terdapat beberapa program skala prioritas dalam RPJMD.
Salah satu skala prioritas yang tengah dijalankan yakni, pembangunan pariwisata dalam dua tahun terakhir.
"Kami sudah membuat satu grand desain pariwisata, bagaimana mengemas berbagai warisan sejarah, budaya dan kesenian itu menjadi salah satu obyek yang menarik, ”jelasnya.
Mojokerto sebagai Kota terkecil di Indonesia, luasnya 20,2 km, jumlah penduduk 140 ribu jiwa, kepadatannya cukup tinggi. Memiliki banyak warisan budaya, sejarah, seni peninggalan kerajaan Majapahit.
Warisan-warisan tersebut akan dikemas menjadi paket/obyek yang menarik minat wisatawan berkunjung ke Mojokerto. (A.Macap)


Komentar Via Facebook :