Baliho "Imam Jumbo" Rizieq Shihab Masih Berdiri Menantang di Kawasan Rusunawa Marunda
CYBER88 | Jakarta -- Melintasi area perempatan jalan utama kawasan Rusunawa Marunda Jum'at, (20/11) awak media Cyber88 sempat terkejut sesaat melihat baliho ukuran raksasa berdiri menantang berisi full wajah sosok Rizieq Shihab dengan narasi provokatif.
Padahal, usai acara gelar pasukan di Monas pagi tadi, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman sempat menyatakan sikapnya terkait dengan keberadaan FPI yang selama ini ditenggarai gemar membuat kegaduhan yang bersumber dari egosentrisme politik "Imam Jumbo" Rizieq Shihab : Bubarkan saja (FPI). Kalau mau coba (main-main) dengan TNI, mari.
Terkait dengan video viral aparat TNI yang sedang menurunkan baliho bergambar Rizieq Shihab, Pangdam Jaya menyatakan : "Ingat... saya katakan (penurunan baliho Rizieq Shihab) itu perintah saya," begitu katanya dengan tegas.
Cyber88 coba melakukan penelusuran untuk mengetahui siapa atau pihak mana yang terkesan angkuh, sombong, dan seperti sengaja ingin menebar "kengerian" atau ketakutan di tengah kehidupan warga masyarakat Rusunawa Marunda dengan memasang baliho bergambar Rizieq Shihab di perempatan jalan utama kawasan Rusunawa Marunda.
Beberapa orang dan pedagang yang ada di sekitar baliho itu berdiri mengatakan tidak tahu menahu dengan berdirinya baliho tersebut. Beberapa orang lainnya hanya menatap curiga dan terkesan tidak senang dengan pertanyaan yang diajukan oleh Cyber88 dan buru-buru menghindar, menjauh.
Haji Rachmat salah seorang pengurus Masjid Al-Hijrah Rusunawa Marunda memberi konfirmasi sesaat setelah dihubungi oleh Cyber88 bahwa tidak ada satupun pengurus masjid yang terlibat dalam pemasangan baliho besar bergambar sosok Rizieq Shihab itu.
Sumber-sumber lainnya yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa orang yang memasang baliho itu adalah orang yang sangat dikenal di wilayah Rusunawa Marunda dan sekitarnya tetapi tidak mau menyebut siapa namanya?
"Pihak kepolisian setidaknya punya catatan tentang sepak terjang orang tersebut selama ini tapi kan nggak pernah ada tindakan hukum yang bisa bikin orang-orang seperti itu jadi jera," kata sumber Cyber88 yang tidak mau disebut namanya itu.
Sumber lainnya yang juga tidak mau disebut namanya menambahkan, di kawasan Rusunawa Marunda ini memang ada segelintir orang yang kabarnya adalah anggota FPI dan tunduk pada apa kata Habib Rizieq.
Bahkan salah seorang diantaranya bisa mendadak jadi ustad padahal (sesungguhnya) dia adalah pengangguran dengan masa lalunya yang jelek. Dia pelaku kriminal specialis curanmor," katanya.
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman sudah menyatakan sikapnya untuk melanjutkan kegiatan menurunkan spanduk/baliho Rizieq Shihab yang akan dilakukan oleh TNI.
Disaat yang sama, baliho raksasa bergambar full Rizieq Shihab masih berdiri menantang di kawasan Rusunawa Marunda dengan narasi provokatif, ditulis dengan huruf kapital, salah satunya berbunyi : KALIAN RUSAK SATU KAMI PASANG SERIBU.
Di bawah baliho ukuran besar itu masih ada satu spanduk kecil dengan salah satu bait narasinya : Ayoo Revolusi Ahklaq.
Mungkin pembuat konsep narasi dalam spanduk itu yakin betul bahwa akhlaq bangsa Indonesia sudah rusak sehingga perlu direvolusi
Setidaknya seperti itu dogma politik yang sering dikumandangkan oleh si "Imam Jumbo" Rizieq Shihab.
------------------------------------
Penulis : Chairudin (Jurnalis Cyber88)


Komentar Via Facebook :