Vibers Cilebak Kuningan Bobotoh Persib Dari Batas Pasundan

Vibers Cilebak Kuningan Bobotoh Persib Dari Batas Pasundan

CYBER88 - Suasana pagi di Kecamatan Cilebak Kabupetan Kuningan masih sejuk meski Kabupaten Kuningan sudah diguyur hujan. Tiga pria dan satu wanita asyik bercakap-cakap di depan pintu utama kantor kecamatan Cilebak Kuningan.Senin (01/12/2020).

Ajat, Aple, Asep dan siti, ketiga pria dan satu wanita itu, merupakan anggota Bobotoh dengan nama Vibers Cilebak Persib Fans, suporter setia Persib Bandung, sudah sejak lama. "Ya katakanlah kita sudah kepala tig (usia 30-an). Kita mah dari zaman masih SD-lah sudah sering nonton Persib. Ya kita simpatisan, pendukung di mana pun Persib main. Ya dari 1995-an udah sering dukung dan sering jadi bolos sekolah, hahaha ..., ”kata Ajat berkelakar pada Historia.

Aple tak jauh beda. Dia mengaku jadi Bobotoh juga sejak lama. Fanatismenya terhadap Persib kian menjadi setelah bekerja dikota Bandung, Ya kadang saya mengoordinasikan bawa pendukung dari tingkat RT, RW, kecamatan. Ya saya membawa nama Vibers untuk galang dukungan, ajak mereka nonton,” kata Aple menimpali.

Di depan sekretariat Vibers Cilebak Kuningan tepatnya di
Dusun Puhun Desa/Kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan
Dari dulu sering jadi titik kumpul para Bobotoh yang ada di Cilebak jika hendak mendukung Persib bertanding.Ujarnya.

 “Dulu Bobotoh Cilebak  itu massa-nya start dari sini. Ya bisa dibilang sekretariatnya di sini. Pembagian tiket juga di sini,” sahut Aple.

Soal militansi, Bobotoh Cilebak Kuningan yang terikat dalam organisasi Vibers tak kalah supporter lain“Kalau main di luar kota, kita ngerental mobil. Dengan modal "Udunan' kata Aple. “Dapat atau enggak dapat tiket, dulu saya harus tetap nonton. Pas masih SMP, saya pernah panjat pohon di stadion (Siliwangi) karena enggak punya tiket. Sampai digebukin tentara, disuruh turun," Siti menimpali.

Persib sudah jadi harga mati untuk Bobotoh Vibers Cilebak Kuningan. “Persib nu Aing!” sebutannya sekarang.

Betapapun militannya Bobotoh Persib yang tergabung dalam Vibers Cilebak Persib Fans , tak satupun dari keempat anggota Vibers tadi yang punya pengalaman tawuran dengan suporter tim lain. 

Karena, menurut anggota Vibers Persib Fans yang juga mengatakan“Bobotoh lahir dari kecintaan masyarakat Jawa Barat (tidak hanya Kota Bandung) terhadap Persib sejak 1933.”

Bobotoh Vibers Cilebak Kuningan lahir dan berdiri pada tahun 2018 dari beberapa Bobotoh yang ada dikecamatan Cilebak Kuningan yang menginginkan ada wadah guna mendukung sesuatu yang baik atau positif.“

Jadi kalimat Bobotoh Vibers Persib Fans Cilebak Kuningan sebenarnya relevan juga diterapkan (Disebut Bobotoh/Pendukung Persib) Ya orang Sini menyebut kami Vibers Cilebak.Ujar Siti.

“Ketika banyak anggota Vibers Cilebak nonton Persib langsung ke stadion maka pulangnya mereka disambut banyak anggota Vibers Cilebak, yang jumlahnya cukup banyak juga ketika menyambut rekan rekan yang sepulang dari stadion. 

Walau hujan turun pun, mereka tetap di sana menunggu. Dan acaranya simple, hanya syukuran dan makan-makan di sekretariat kita dan seluruh Anggota Vibers Cilebak kumpul," imbuh Ajat.

Yang mesti ditekankan, kata Ajat, Vibers Cilebak adalah sebuah organisasi pendukung Persib, Oleh karena itu, seluruh anggota tercatat dan diketahui jumlahnya.Imbuh Siti.

Kami tumbuh beriringan dengan alunan rasa cinta masyarakat Cilebak khususnya dan Kabupaten Kuningan Umumnya terhadap Persib Bandung.

Kecintaan itu membuat kami pernah menyesaki Stadion Utama Senayan (kini Gelora Bung Karno) pada final Liga Indonesia “Dulu pas terjadi rekor penonton di Senayan (kini Stadion Gelora Bung Karno).

Kami bangga bisa membirukan gelora bung karno sampai  jumlah Bobotoh tumplek hampir 100 ribu orang dan membludak sampai ke pinggir lapangan,” tambah Aple.

Meski begitu, kami sebagai bobotoh tak merasa sok jagoan. Jumlah besar ditambah kemenangan Persib waktu itu dan menjadi juara, tak sedikit yang mendukung saingan kami memancing emosi mereka untuk ricuh. “Alhamdulillah enggak ada anggota kami yang terluka. 

Paling saya kegencet-gencet aja di tribun itu saking sesaknya, dan pulangnya pun aman, walau saya sempat nyasar waktu keluar stadion untuk cari bus yang bawa kita dari Bandung ke Jakarta, ”tutup Aple yang turut datang mendukung Persib di Senayan kala itu. (PURWANTI)

Komentar Via Facebook :