Luar Biasa!!! Bukan Jalan Rabat Beton Saja yang Retak-Retak, Posyandupun Pada Retak
CYBER88 | Lamsel -- Pemerintah menyalurkan dana desa, salah satu bertuannya, untuk membangun infrastruktur dan layanan fasilitas publik serta memberdayakan dan mengembangkan perekonomian yang ada di desa tersebut.
Maka, untuk tercapainya optimalisasi dari tujuan dana desa tersebut, perlu upaya pengawasan yang terintegrasi, efektif dan efisien, harus dilakukan oleh semua termasuk masyarakat.
Hal ini penting dilakukan supaya dalam realisasi anggaran tidak terjadi penyimpangam dan dalam pengerjaannya tidak terkesan asal-asalan. Seperti yang terjadi di Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Pantauan awak media Cyber88, di desa tersebut, jalan rabat beton yang menggunakan dana desa sudah retak-retak diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi dan disinyalir adanya pengurangan volume.
Retaknya jalan tersebut, dikeluhkan warga sekitar yang merasa kurang puas atas hasil rabat beton tersebut.
Ternyata, bukan jalan saja yang sudah retak- retak. Bangunan Posyandu di Dusun V yang menelan anggaran sebesar Rp. 72.407.575, menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun 2019 pun terlihat sudah pada retak-retak. Hanya catnya saja yang terlihat masih mulus. Ini juga menjadi sorotan warga yang mennyampaikan pada Cyber88.
Hasil penelusuran Cyber88, Bangunan berukuran 6 X 6,5 Meter yang baru dibangun pada Januari 2020, juga disinyalir menyimpang dari ketentuan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Karena dilihat secara fisik, dan dilakukan kajian, bangunan itu diduga tidak sesuai dengan pagu anggaran.
Banyaknya keretakan pada dinding tembok bangunan terkesan dibiarkan. Sayangnya!!! pihak-pihak yang punya kewajiban mengawasi seolah tutup mata. Meskipun, ada beberapa bukti kuat ketidak beresan dalam hal pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah desa.
Saat konfirmasi, lagi lagi Kepala Desa Dwi Kristanto berdalih, bahwa semua itu sudah melalui mekanisme musyawarah baik ditingkat Musdes, Musdus bahkan ke tingkat RT, dan dalam segi pekerjaan seluruh pembangunan melalui program padat karya menanfaatkan pekerja dari masyarakat setempat.
Kades juga menyampikan, pada proses awal pekerjaan telah melakukan koordinasi dengan pihak pendamping teknis," Ujarnya.
Menurutnya, masih banyak jalan desa yang belum terselesaikan, ia berkeinginan di akhir masa jabatannya pekerjaannya terlihat nyata, ujarnya.
Dirinya mengaku, bahwa hasil pekerjaannya memang banyak yang rusak, lagi-lagi ia mengatakan, bila ada perbaikan lagi, dari mana kami anggaran tersebut?
Namun, Dwi pun berpendapat kalau dari segi kwalitas mungkin itu hanya teknis aja, dan semua desa rasanya sama, tutupnya.
Tak hanya disitu, Bumdes di Desa Beringin Kencana terkesan tidak berjalan, Di awal kepemimpinan Dwi Kristanto yang baru genap satu tahun 18 hari, sejak dirinya di lantik, sarana olah raga yang ada di Lapangan Merdeka Beringin Kencana terlihat terabaikan dan tak terurus.
Sementara itu, masyarakat Desa Beringin Kencana menilai, akan sulit mempercayai kemampuan Kepala Desanya Dwi Kristanto. Bila ini di biarkan berlarut-larut, bahkan kemungkinan besar warga akan menuntut hasil kinerja selama ini, Kata Warga yang tak mau disebut namanya.
Tentunya masyarakat masih menunggu janji janji manis Kepala Desa Dwi Kristanto, saat berkampaye ingin menjadi Kepala Desa yang amanah. Namun, kenyataannya terlihat sebaliknya. Setelah ia menjabat banyakyang tak sesuai dengan Misi dan Visinya, “Cetusnya.
Masyarakat berharap, pihak Pemkab dan instansi terkait yang berwenang turun memeriksa ke Desa Beringin Kecana. (Andy)


Komentar Via Facebook :