Lecehkan Jurnalis dan LSM, Kades Citali Sumedang Sebut Wartawan Tukang Jualan Koran, LSM Tukang Gebrak

Lecehkan Jurnalis dan LSM, Kades Citali Sumedang Sebut Wartawan Tukang Jualan Koran, LSM Tukang Gebrak

CYBER88 | Sumedang -- Lagi-lagi pelecehan terhadap profesi Wartawan terjadi lagi. Kali ini terjadi di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, oleh Oknum Kepala Desa.

Kepala Desa (Kades) Citali Nana Suryana menyebut "Wartawan Hanya Dagang Koran". Tak hanya itu, Kades juga menyebut LSM hanya tukang gebrak.

Kejadian berawal dari adanya temuan Cyber88.co.id bahwa Bantuan Langsung Tunai Dana desa (BLT-DD) di Desa Citali ada pemotongam senilai Rp.50ribu per KPM. Hal ini telah di konfirmasi kepada sejumlah Keluarga Penerima Manfaar (KPM).

Selanjutnya, Kamis (10/12/2020) awak media mendatangi kantor desa untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Namun, tidak dapat bertemu dengan Kepala Desa karena sedang ada kegiatan Musrenbang.

Esok Harinya, jum'at (11/12/2020) Cyber88.co.id datang kembali dan bertemu dengan Sekretaris Desa (Sekdes). Tetkait hal tersebut Sekdes mengarahkan untuk bertemu dengan salah satu kader PKK yang mengurusi Bantuan Covid-19 itu.

Baca Juga : Adanya Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan dan LSM Oleh Oknum Kades di Sumedang, Dewan Redaksi Media Cyber88 Angkat Bicara

Dengan tegas, kader PKK tersebut membenarkan adanya pemotongan dari setiap penerima bantuan sebesar Rp.50ribu.

"Hasil pemotongan tersebut di kumpulkan oleh kader dan di berikan kepada warga lain yang tak kebagian bantuan sosial," Ungkap dia.

Kemudian siang harinya, Cyber88.co.id berhasil menemui Kepala Desa setelah sebelumnya komunikasi melalui WhatsApp.

Seperti hal yang di sampaikan oleh kader PKK, Kades Citali juga membenarkan adanya pemotongan tersebut dengan alasan sama seperti yang disampaikan kader PKK.

Terlepas dibenarkan atau tidaknya apa yang dilakukan oleh pemerintah Desa Citali, Cyber88.co.id belum menemukan aturan yang memperbolehkan adanya pemotongan bantuas social untuk warga terdampak Covid-19.

Terlebih, sangat sayangnya saat Konfirmasi tersebut, Kades Nana Suryana, mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya keluar dari mulut seorang pimpinan.

Kades mengatakan, "Wartawan itu hanya dagang koran dan menyebut LSM Bara Api itu hanya bisa menggebrak dan menakuti”.

Hal ini tentunya sangat melukai para jurnalis terutama Journalis Cyber yang melakukan pemberitaan secara Online dan tak pernah menjual koran seperti yang di katakan Kades Citali. LSM pun tentunya akan tersinggung sebagai sosial kontrol. (Uje)

Komentar Via Facebook :