Pekerjaan Rabat Beton di Mesuji  Lagi-Lagi Menuai Polemik

Pekerjaan Rabat Beton di Mesuji  Lagi-Lagi Menuai Polemik

CYBER88 | Mesuji -- Lagi-lagi hasil pekerjaan proyek beton jalan di wilayah Kabupaten Mesuji, Lampung kembali mendapatkan kritikan dari masyarakat yang merasa kecewa Pasalnya, pelaksanaan pekerjaan tersebut disinyalir tidak sesuai dengan spesipikasi.

Masyarakat Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji Lampung, menyesalkan kegiatan pembangunan peningkatan ruas jalan KTM-Tanjung Mas Jaya. Pasalnya, pembanguan ruas jalan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sebagai pilar ke empat Demokrasi setelah Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif. Walaupun berada di luar sistem politik formal, dan sebagai corong untuk menyampaikan pesan masyarakat sekaligus menjadi kontrol, Cyber88.co.id melakukan penelusuran dan berhasil menghimpun data terkait permasalahan yang dikeluhkan warga Desa Tanjung Mas Jaya

Berdasarkan penelusuran, pembangunan jalan beton tersebut panjangnya kurang lebih 1000 meter yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Perubahan tahun 2020.

Menurut keterangan Paijo warga sekitar ketika melintas sekitar jalan tersebut mengatakan, “ruas jalan ini belum selesai dibangun, diduga banyak kejanggalan dan diprediksi dalam waktu dekat sudah PHO. Namun, kenyataanya masih semrawut,” Kata dia sambil duduk diatas motor bersama istrinya serta anaknya.

Lanjutnya, “Sebetulnya saya sangat senang dengan dibangunnya ruas jalan serta jembatan di wilayah kami. Namun kalau hasilnya seperti ini, ya..., kita kecewa. Itu mungkin karena dalam pelaksanaa pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi. Sehingga membuat masyarakat disini sangat kecewa," ujar Paijo.

Dikatakan juga, "pembanguan ruas jalan ini kalau gak salah infomasi yang saya dapat menggunakan dana APBDP 2020, dengan nilai proyek Rp. 2.984.410.825,64 (dua miyar sembilan ratus dua puluh lima koma enam puluh empat) dan dikerjakan oleh kontraktor CV. Bangun Jaya Perkasa,” jelasnya.

Dibangunnya ruas jalan jembatan ini, bertujuan supaya masyrakat bisa menikmati jalan yang bagus antar desa tetapi keyataannya seperti ini, "Saya pribadi saja sangat kecewa atas hasil pembanguan tersebut apalagi warga yang lain," tuturnya.

Tambahnya, "kami hanya masayarakat kecil yang tidak tau apa-apa serta tidak ada keberanian untuk kritik atau mengadu soal pekerjaan ini. Dan kalau bicara tentang kualitas apalagi.! “Pungkasnya sambil tersenyum.

Sementara itu, di tempat terpisah melalui pesan WhatsApp sekertaris komisi C mengatakan, “akan kami tindak lanjuti segera dan turun ke tempat proyek yang diragukan,” Itulah kalimat yang disampaikan Hartopo Anggota DPRD kabupaten mesuji kepada Cyber88.co.id Sabtu (19/12/2020) TIM

Komentar Via Facebook :