Dituduh Gelapkan Uang, Kepsek SMK Nurul Huda Beberkan Oknum KCD dan Kementrian Ikut Terlibat

Dituduh Gelapkan Uang, Kepsek SMK Nurul Huda Beberkan Oknum KCD dan Kementrian Ikut Terlibat

CY88ER | Pangandaran -- Mencuatnya pemberitaan terkait dugaan penyelewengan dana anggaran pembangunan unit sekolah baru (USB) Nurul Huda-Algina, di media sosial, ahirnya kepsek SMK tersebut angkat bicara.

Saat diwawancarai Cyber88.co.id Sabtu (2/1/21) Hendri, Kepsek SMK Nurul Huda-Algina membeberkan semua kejadian.

"Berawal dari anggaran 2,6 miliyar anggaran kementrian di tahun 2016 untuk pembangunan unit sekolah baru yang dilaksanakan secara swakelola," Kata dia.

Lanjut hendri, Pada pertengahan tahun 2017 datanglah monev (monitoring evaluasi dari inspektorat kementrian) dikarenakan SMK Nurul Huda-Algina  belum bisa memberikan seluruh laporan pertanggung jawaban atas biaya pembangun unit sekolah baru yang dibiayai dari kementrian.

Dari hasil monev tersebut ditemukan kekurangan pembangunan fisik berupa:

1. Pengadaan mebeler 31.500.000,-;

2. Kekurangan volume pengadaan peralatan praktik 125.000.000,-

3. Pajak PPN dan PPH dana pembangunan 146.476.659,- dan

4. Bunga rekening giro 1.751.635, 

Masih menurut hendri, pada tahun 2018 datanglah surat dari kementrian berdasarkan hasil temuan monev melalui KCD kepada ketua Tim pendiri/ketua yayasan/kepala sekolah dan bendahara SMK Nurul Huda-Algina untuk mempertanggungjawabkan dugaan kerugian negara sebesar kurang lebih Rp.370 juta dengan cara mengembalikan uang ke kas negara.

Karena pada saat itu ketua yayasan beserta tim merasa bingung darimana mengembalikan uang sebesar itu, ahirnya semua sepakat mencari solusi atau meminta pendapat kepada KCD.

Lalu muncul lah solusi dari Kasi pengawas KCD (Hendra), Bahwa ia punya teman di Kementrian bernama Erwan yang bisa membantu masalah ini.

Kurang lebih satu minggu setelah mendengar solusi dari pak Hendra, ahirnya saya sebagai Kepsek mewakili ketua yayasan dan tim bersama salah satu guru SMK berangkat ke Bandung untuk bertemu pak Erwan sesuai petunjuk pak Hendra sebagai pengawas SMK dari KCD.

Disana terlahirlah kesepakatan, bahwa pak Erwan selaku orang kementrian sanggup membereskan permasalahan SMK Nurul Huda-Algina dengan nominal Rp.150 juta.

Karena saya belum bawa uang, akhirnya saya minta ditransper Rp.10 juta untuk dikasihkan ke pak Erwan dan sisanya 80 juta saya transper. Sedangkan yang Rp.10 juta lagi saya kasihkan ke pak erwan waktu ketemu di tasikmalaya. Jadi, total uang yang sudah saya berikan ke pak Erwan totalnya Rp.100 juta," Terangnya. 

Lebih lanjut Hendri mengatakan, "awalnya saya menganggap semua permasalahan akan beres. Karena ada kesanggupan dari pak Erwan yang merupakan orang dari Kementrian.

Namun, hal tersebut sia-sia. Selang kurang lebih satu tahun, datang lagi surat dari kementrian kepada pihak sekolah dan yayasan untuk melakukan kewajiban nya mengembalikan uang ke kas Negara. Lalu uang yang saya kasihkan kemana?

Saya percaya awalnya ke pak Erwan karena yang memperkenalkan saya dengannya adalah pak Hendra pengawas KCD yang merupakan atasan sayan dan pejabat yang saya hormati,” Pungkasnya dengan nada kesal sembari memperlihatkan bukti-bukti penyerahan uang. (SAMSU/ASEP TARSA)

Berita Terkait : Polemik SMK Nurul Huda Pangandaran Semakin Mencuat

Komentar Via Facebook :