Polemik SMK Nurul Huda-Algina Pangandaran yang Diduga Rugikan Uang Negara Makin Mencuat
CYBER88 | Pangandaran -- Ramainya pemberitaan dibeberapa media terkait dugaan adanya indikasi korupsi dalam pembuatan Unit Sekolah baru (USB) SMK Nurul Huda-Algina semakin mencuat.
Awalnya dugaan tersebut diberitakan di Cyber.co.id berjudul “Pembangunan USB SMK Nurul Huda-Algina Cimerak Pangandaran Disinyalir Tak Sesuai Spek dan Rugikan Negara Ratusan Juta” Selanjutnya diberitakan juga di Sergapreborn.id dengan judul “SMK Nurul Huda-Algina Cimerak Pangandaran Pembangunan Taun 2016 Rp.2,6 Miliyar Diduga Di Korupsi…!!!”
Hal tersebut, tentunya makin membuat masyarakat penasaran dan menimbulkan lebih banyak lagi pertanyaan. Ada apa sebenarnya? terkesan saling tuding!!!. Itulah yang terpantau Cyber88.co.id Jumat (1/20/21).
Hendra, KCD SMK wilayah kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kapupaten Pangandaran, saat dimintai keterengan melalui pesan whatsApp mengatakan, “Bahwa masalah ini memang sudah menjadi sebuah temuan Audit dari pusat dan tinggal pihak yayasan nurul huda-algina juga kepala sekolah SMK Nurul Huda-Algina yang dapat menjelaskan sekaligus membereskan permasalahan ini,” Terang dia.
Lanjut Hendra, dirinya tidak pernah menerima uang sebesar 130 juta sesuai didalam pemberitaan pertama dimedia Cyber88 sesuai keterangan dari kepala tata usaha SMK Nurul Huda-Algina.
Namun, dengan adanya pemberitaan di beberapa media, saya akan coba komunikasi dengan kepala sekolah dan juga pengawas SMK Kabupaten Pangandaran Pak Yaya. Mohon maaf saya tidak bisa memberikan nomer hp nya karena beliau tidak mengijinkan,” tandasnya.
Sementara, hendri Kepala Sekolah SMK Nurul Huda-Algina, sampai diturunkannya berita ini seolah bungkam dan enggap menjelaskan kemana uang ratusan juta yang berasal dari ketua yayasan (Dudung) tersebut digunakan. Ia hanya bisa mengatakan, uang tersebut telah disepakati oleh Ketua Yayasan Nurul Huda-Algina.
Ditempat terpisah, Apudin salah satu tokoh masyarakat saat ditemui Cyber88.co.id mengatakan, “Saya merasa heran dengan kejadian ini, mereka seolah-olah kebal terhadap aturan yang berlaku.” Ucapnya.
Dalam hal ini, ya.. tentunya ada kemungkinan negara telah dirugikan ratusan juta. Namun, anehnya tidak ada satupun birokrasi atau hukum yang menyentuh mereka. Mereka seolah saling lempar satu sama lain.
Apakah mereka telah tergolong terhadap orang yang kebal hukum? “Cetusnya dengan nada heran.


Komentar Via Facebook :