Hujan Deras di Sertai Angin Kencang Menumbangkan Pohon Tua di Jalan Siliwangi Garut
CYBER88 | Garut -- Intensitas Hujan tinggi dan deras sepanjang hari di Kabupaten Garut menelan korban satu pohon tumbang menimpa lapak pedagang di Jln. Siliwangi, tepatnya depan sebuah toserba, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (4/1/2021).
Petugas Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana BPBD Garut, pihaknya menerima laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran pada pukul 01.00 WIB.
"Kami menerima laporan dari rekan-rekan Dinas Pemadam Kebakaran pukul satu malam tadi, terkait dengan pohon yang berada di depan Toserba Yogya," ucap Deni.
Saat ini, menurut Dani, sedang dilakukan dan pemotongan beberapa bahan pohon yang menghalangi jalan raya.
"Untuk sementara kami dengan beberapa dinas terkait melakukan pemotongan beberapa materi pohon yang cukup besar dan selanjutnya akan dieksekusi oleh, rekan-rekan dari Dinas Lingkungan Hidup," imbuhnya.
Kejadian kejadian pohon ini, lanjut Deni, salah satunya akibat dari hujan dengan intensitas tinggi dan usia pohon yang sudah cukup tua sehingga rentan terhadap tumbang.
"Untuk kronologi kami menerima laporan dari warga, salah satunya akibat dari hujan dengan intensitas tinggi dari siang hari. Kejadian pada tengah malam atau dini hari tadi, karena salah satu faktor penyebabnya adalah usia pohonnya yang sudah cukup tua," lanjutnya.
Sementara itu, Kabid Pertamanan dan Pemakaman DLH (Dinas Lingkungan Hidup), Dang Sani mengatakan, pihaknya mengerahkan personel sebanyak-banyaknya untuk membersihkan bahan yang menghalangi jalan protokol.
Selain itu, Dang Sani menyarankan masyarakat untuk menghindari berjualan di bawah pohon yang ada dipinggir jalan karena berbahaya dan rentan kejadian yang tidak diinginkan.
"Saya saran saja kepada masyarakat, hindari pohon-pohon yang ada dipinggir jalan, maksudnya hindari itu, jangan berdagang di bawah pohon dengan cuaca ekstrim begini agar terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," kata Dang Sani.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Siliwangi, Eddy Kusmayadi mengatakan, kejadian pohon tumbang ini membuat pelayanan di Puskesmas Siliwangi yang berada di dekat lokasi pohon tumbang mengalami sedikit kesulitan dalam pelayanan. Pasalnya, listrik ke Puskemas untuk sementara sempat dipadamkam.
Meski begitu, pelayanan di Puskesmas Siliwangi tetap dibuka secara manual. Sedangkan beberapa pelayanan yang menggunakan alat seperti pemeriksaan laboratorium dipindahkan ke Puskesmas Pasundan.
"Otomatis pelayanan tetap buka tapi tidak ini lagi, manual aja akhirnya pendaftaran terkendala agak lama. Terus untuk pemeriksaan lab tidak bisa karena pakai listrik, semua terkendala tapi untuk pelayanan pemeriksaan Insya Allah (dibuka)," ucap Eddy.
Sementara itu, Kepala Seksi Non Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Dadan Wandani mengatakan selama tahun 2020, jumlah kasus non kebakaran terdapat 281 kejadian.
"Untuk pohon tumbang untuk non kebakaran secara total untuk di tahun 2020 itu untuk non kebakaran yang kami tangani itu sebanyak 281 itu terbagi dari beberapa item dan untuk pohon tumbang ini sebanyak 13 kali," ujar Dadan saat ditemui di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran.
Ia juga berpesan kepada masyarakat yang memiliki rumah yang dekat dengan pohon agar segera ditertibkan untuk menjaga keselamatan dan terhindar dari pohon tumbang.
"Mengingatkan kepada warga masyarakat terutama mungkin yang tinggal yang mungkin berhubungan dengan pohon itu agar segera menertibkan pohon-pohon dan juga apalagi pohon yang sudah rapuh itu untuk segera ditebang," pungkasnya.(Jatnika)


Komentar Via Facebook :