Selvi Bermodal Rp 100 Ribu, Bisnis Cireng Untuk Membantu Usaha Suami

Selvi Bermodal Rp 100 Ribu, Bisnis Cireng Untuk Membantu Usaha Suami

CYBER88 | Cimanggung Sumedang -- Penggemar cemilan khas Bandung tentu tidak asing lagi dengan jenis makanan ini, Cireng yang merupakan singkatan dari aci digoreng bisa menjadi peluang baru di bisnis kuliner karena memiliki banyak penikmat. Minggu. (10/1/2021).

(Kanan Selvi pengusaha Cireng Hot Jeletot Asli Cimanggung Kabupaten Sumedang)

Modal mini hasil maksi, begilah ungkapan yang tepat bagi produsen cireng ini. Betapa tidak, dengan modal sendiri yang hanya Rp 100 ribu kini Cireng hot jeletot meraih laba omzet hingga Rp 600 ribu perminggu dengan penjualan sekitar 75 bungkus produksi setiap minggu.

(Lakar Empu)

Sebelum memulai bisnis tersebut, Selvi Febriani, warga asli dari Kampung Cibogo Desa Cikahuripan Kabupaten Sumedang ini owner dari Cireng Hot Jeletot. Selvi memulai usahanya dengan lakar empu kemasan pada 2017. Menurutnya, bisnis ini semula hanya iseng dan sebatas hobi memasak saja tetapi mendapatkan respons dari para penikmat kuliner, sedangkan untuk bisnis cireng sendiri dimulai sejak tahun 2017.

(Cireng Hot Jeletot)

"Awalnya sih tahun 2014 baru pindah ke Sumedang, saya usaha bikin lakar kemasan kemasan, sekedar iseng, terus hobi masak . Alhamdulillah banyak yang respons. Kemudian pada tahun 2017 saya coba mulai bikin cireng crispy bumbu rujak," katanya kepada Wartawan Cyber88.co.id di Sumedang, Minggu (10/1/2021).

Hingga kini Selvi masih menjalankan kedua bisnis tersebut. Namun, dia mengaku bisnis lakar tidak diproduksi setiap hari dan hanya bila ada pesanan dari pelanggan saja. 

Adapun, untuk bisnis cireng dia bisa memproduksi setiap hari. Selain rasanya yang enak dan cocok untuk cemilan keluarga, imbuhnya, cireng yang sudah memiliki tiga varian rasa ini tidak menggunakan bahan pengawet.

"Ya, baru tiga rasa. Insya Allah akan ada rasa baru, tapi lagi dalam tahap uji coba. Kalau ditanya keistimewaannya cireng ini, yang pasti crispy dan hot banget ditambah lagi sama bumbu rujaknya yang pedas-pedas manis. 

Digoreng pun tidak meletup karena kita pakai tepung yang kualitas bagus dan tidak memakai bahan pengawet," tuturnya.

Bukan tanpa kendala, Selvi menjalankan bisnis cireng ini. Dia menceritakan ketika mulai menjalankan usaha ini semuanya dikerjakan sendiri meski dibantu oleh suami. Tapi karena suami memiiki pekerjaan maka proses produksi kerap kali terhambat. Padahal, mencari pegawai juga bukan perkara mudah.

"Akhirnya ada yang membantu kakak saya Iis Suharmini, itupun cuma bisa memproduksi maksimal 10 kg/hari. Akhirnya, lama-kelamaan pegawai bertambah terus. Sampai sekarang ada 6 pegawai. Bisa memproduksi sampai maksimal 20 kg/hari," paparnya.

Selain itu, ia juga pernah mengalami kesulitan bahan baku?karena musim hujan, kualitasnya jadi tidak?bagus. Saat itu?bentuk cireng menjadi kurang bagus. Kejadian-kejadian tersebut memotivasi dirinya untuk terus belajar sehingga bisa menghasilkan produk yang lebih baik. "Namanya usaha pasti ada ruginya, naik-turunnya, tapi alhamdulillah bisa diatasi," ujarnya.

Perempuan asli Cimanggung Kabupaten Sumedang ini menuturkan strategi pemasaran bisnis cireng ini via online dengan memakai media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Bukalapak, WA serta BB.

"Pemasarannya baru Bandung, Sumedang, Garut," ujarnya.

(Cireng Bumbu Rujak)

Bisnis cireng yang berlokasi di Kampung Cibogo, Desa acikahuripan, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, ini secara rutin diberikan pelatihan berupa cara memproduksi yang higenis bagi beberapa pegawainya. Namun, Selvi mengaku belum memiliki asuransi untuk pengelolaan manajemen risiko usahanya. Fokus dan yakin menjadi andalan Selvi dalam menjalankan bisnis kuliner ini.

"Selain itu pantang menyerah dengan tujuan dan cita-cita yang dimiliki dalam meraih kesuksesan bisnis yang dijalankan. Intinya kalau mau usaha harus fokus dan yakin, jangan pantang menyerah, jadikan halangan, ujian, tantangan sebagai pemicu kita untuk berhasil," pungkasnya. (IRANINA TEHERAN)

 

Komentar Via Facebook :