Hikmah Kematian Dibalik Tragedi Longsor Cimanggung Sumedang
CYBER88 | Sumedang -- Sesungguhnya teman yang paling dekat didalam kehidupan kita adalah kematian, tetapi dengan gemerlapnya kehidupan dunia, seakan akan diri kita ini melupakannya.
Kita tidak tahu sedikitpun, kapan, dimana dan apa yang akan menjadi penyebab kematian itu menjemput kita, semua itu hanyalah kehendak yang maha kuasa, Alloh SWT.
Alloh SWT, telah berfirman didalam Al-Qur'an surat An Nisa Ayat 78 " Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh "
Sungguh betapa lemahnya kita dihadapan sang pencipta, kita ini Takan bisa lari dari yang namanya kematian, apa yang mau dibanggakan dan dibuat sombong oleh kita ?
Begitu juga sama halnya dengan apa yang terjadi didaerah Desa Cihanjuang, kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang - Jawabarat.
Mungkin tak seorangpun diantara penduduk kampung tersebut tahu dan mengira akan terjadi bencana dihari itu.
Seakan- akan, mereka itu dibuat lupa oleh kebutuhan dan kesenangan nya masing masing, padahal disisi lain malaikat maut pada hari itu akan segera turun menjalankan perintah sang penguasa alam.
Turunnya air hujan pada hari Sabtu 9 Januari 2021 Jam 14.00 WIB seakan akan merupakan pertanda dikampung tersebut akan menjadi tempat hujan air mata dan sekaligus pertanda alam mau memperlihatkan kekuatannya.
Berkumandangnya suara Adzan Ashar, Alloh SWT seakan akan memperlihatkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia, akan ke Akbarannya, dengan sedikit guncangan kampung tersebut luluh lantah terkena timbunan tanah lumpur dan bebatuan.
Sinergitas tiga pilar dan masyarakat yang selama ini sudah terbangun, menjadi dorongan kuat dalam lubuk hati yang paling dalam, untuk melakukan evakuasi, padahal sang malaikat maut belum tuntas menyelesaikan tugasnya.
Tak seorangpun diantara mereka semua mengetahuinya, akan terjadi peristiwa yang memilukan itu. Mereka semua sibuk dengan tugas masing masing dan tidak memikirkan keselamatannya sendiri,
Rentetan kejadian yang sangat memilukan seperti diberitakan adanya anak kecil yang tengah merekam persiapan evakuasi dengan kamera HP nya, tertimbun longsor susulan.
Lalu, ada seorang Bapak yang lagi menangis histeris ketika pulang kerja, ia melihat rumah yang dihuni oleh istri dan ketiga anaknya telah rata terkubur lumpur dan bebatuan.
Kemudian, ada Tangisan seorang bapak yang sibuk mencari kedua anaknya yang dititipkan di nenek dan kakeknya, yang rumahnya telah rata ditelan bumi.
Ada juga kesibukan satu keluarga besar yang tengah merapikan sisa sisa hajatan pernikahan disiang harinya sebelum bencana longsor terjadi, tak disangka dalam hitungan detik lokasi hajatan itu sudah rata dengan tanah tertimbun material longsor dan itu sekarang menjadi zona 1 evakuasi, karena sebagaian besar jenazah di temukan di titik tersebut.
Semangat dan kekompakan Danramil Cimanggung, anggota dari (BPBD) Badan Penanggulan Bencana Daerah Kabupaten Sumedang, Kasi Trantib Kecamatan Cimanggung, Anggota Pramuka, Relawan dan Anggota Basarnas yang bersiap-siap untukmelakukan evakuasi korban, dalam hitungan detik semua berubah dengan datangnya longsor susulan.
Diawali dengan datang lumpur semata kaki orang dewasa yang seakan memaku kaki-kaki para pejuang kemanusiaan ke bumi hingga sulit untuk bergerak. Tak hanya itu, ada batu yang sangat besar yang bagai terbang dengan arah tak menentu, seakan-akan mau meluluhlantahkan apapun. Dan, hanya dalam hitungan detik, wilayah tersebut kembali tertimbun longsor susulan.
Akibatnya, malam itu, Kasi Trantib Kecamatan Cimanggung dikabarkan meninggal tertimbun material longsor. Lalu seorang komandan TNI setinggkat kecamatan yakni Danramil Cimanggung Lost Contact, dan besoknya dikabarkan telah menemui ajalnya. Tak hanya itu, sejumlah elemen Forkopimda juga dinyatakan meninggal dunia.
Dengan adanya peristiwa itu, Keyakinan akan ke Akbaran Alloh SWT, harus tertanam dalam lubuk hati semua manusia, kita ini sebagai makhluk yang lemah dan yakini bahwa kematian itu hak mutlak rahasiah Alloh SWT, maka " Tinggalkan baju kesombongan yang ada pada diri kita dan berpakaian lah dengan hiasan Ta"Fakur, Ta'Syakur dan Ta' Dzakur. (Kijadug)


Komentar Via Facebook :