1.462 Kader PKK Juwiring Siap Jadi Satgas “Berdaster” Penegakan Protocol Kesehatan 

1.462 Kader PKK Juwiring Siap Jadi Satgas “Berdaster” Penegakan Protocol Kesehatan 

CYBER88 | Klaten -- Gerakan menjadi satgas keluarga dalam penengakan kepatuhan protocol kesehatan direspon baik para kader PKK desa, salah satunya dari Kecamatan Juwiring Klaten.  Dari 19 desa yang ada 100 persen kadernya siap menjadi satgas keluarga menjaga protocol kesehatan dengan slogam 3M plus.

“Semua desa di Kecamatan Juwiring Klaten siap menjadi satgas keluarga.  Smapai hari ini (Selasa, 2/2/20) 19 desa yang ada melaporkan sudah membuat surat pernyataan sikap menjadi satgas keluarga.  Artinya sudah 100 persen siap menjadi satgas berdaster penegakan protocol kesehatan” kata Seketaris Tim Penggerak PKK Kecamatan Juwiring Sri Hastuti saat bincang-bincang santai dengan Tim Pemberitaan Dinas Kominfo via whatsApp (Selasa,2/2/20).
Sri menambahkan mendapat pesan WhatsApp dari Ketua TP PKK Kecamatan Juwiring Ibu Herlambang Jaka Santosa yang begitu responsive.  Surat itu diterima kecamatan Rabu @7/1/20) pecan kemarin. Lalu atas instruksi Ketua TP PKK Kecamatan semua kader untuk membuat konten video.
“Kader kami sangat banyak.  Menurut laporan 2020, kader kami ada 1.472 orang terdiri 10 laki-laki dan 1.462 perempuan.  Sebetulnya kami merencanakan akan sosialisasi protocol kesehatan itu sesuai agenda.  Tapi melalui grup WA informasi sudah sangat cepat.  Jadi kader tidak ketinggalam informasi” tambahnya.
Atik Jaka Sawaldi kepada Tim pemberitaan Dinas Kominfo saat sesi pengambilan gambar video pekan lalu pernyataan ikut prihatin kondisi covid 19 di Klaten.  Sebagai kader PKK ingin ambil peran bekerja sama dengan Dinas Kominfo Klaten dalam kerja kemitraan komunikasi public.
“Kami ikut prihatin akibat pandemic covid 19 ini terus memakan korban.  TP PKK terpanggil untuk ambil bagian.  Kami menyambut baik kerja kemitraan komunikasi public yang ditawarkan Dinas Kominfo Klaten Klaten. Kami siap menggerakan 21 kader PKK untuk menjadi satgas keluarga menjaga anak-anak dan suami agar patuh protocol kesehatan” terang Atik.
Wanita yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini menambahkan selama ini juga sudah mencoba melakukan sosialisasi.  Hanya kadang kalau melihat masyarakat tidak bermasker, kata Atik sekaligus istri Sekda Klaten  Jaka Sawaldi ini mengaku ikut prihatin.
“Kami ingin ambil bagian dalam penyelesaian covid 19 di Klaten.  Biar pun kecil memang kita harus bekerja sama.  Saya minta secara berjenjang semua kader PKK baik lewel kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan sampai RT/RW meneguhkan diri menjadi satgas keluarga.  Tidak harus ke mana-mana.  Cukup mengingat dan selalu mengingatkan keluarga sendiri untuk menjaga 3M.  Itu saja” pesan Atik. (APRI).

 

Komentar Via Facebook :