Pembatasan Solar Masih Terjadi di Garut
CYBER 88 GARUT – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut menyebut masih terjadi pembatasan pembelian solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk kendaraan angkutan. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Garut, Yudi Nurcahyadi mengatakan, bahwa pembatasan BBM bersubsidi untuk jenis bio solar masih terjadi. "Pembatasan (bio) solar masih terjadi sampai saat ini. Namun memang tidak terjadi antrian panjang seperti kamarin-kemarin. Meski sudah adanya penambahan dari Pertamina, tetap saja ada keluhan dari para anggota yang tidak kebagian bio solar,” Tandas Yudi Dengan adanya pembatasan solar ini, menurut Yudi sangat menganggu oprasional para anggotanya yang merupakan pengusaha angkutan umum. "Kami masih konsolidasi, apakah kita akan melakukan stop operasi atau aksi lainnya. Jika sampai Bulan Desember masih terjadi kondisi yang seperti ini," ungkapnya. Yudi menyebut bahwa saat pihaknya melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas, pembatasan dilakukan karena akan menghadapi libur Natal dan Tahun baru. Menurutnya, seharusnya pemerintah melakukan antisipasi dengan melakukan hal tersebut lebih awal. "Tidak elegan juga ketika harus mengorbankan rakyat kecil. Dengan kondisi ini pemerintah seharusnya paham saat bakal menghadapi Natal dan Tahun Baru, jangan sampai karena mengamankan liburan mengorbankan kouta bulan ini,” tegasnya. Sepanjang dirinya menjadi anggota Organda, ia menyebut baru kali ini terjadinya pembatasan kouta solar. Dirinya juga sangat heran ketika pembatasan yang terjadi hanya di Priangan Timur. "Saya tanya ke DPD (Organda Jabar) didaerah lain semuanya normal. Tapi kenapa hanya di Priangan Timur saja," katanya. Dirinya saat ini pun sedang melakukan koordinasi dengan Organda se Priangan Timur untuk melakukan tindakan selanjutnya dalam menyikapi pembatasan solar tersebut. ( Koes / Garut )


Komentar Via Facebook :