Tinggi Air di Jakarta Selatan Capai 1 Meter Lebih

Tinggi Air di Jakarta Selatan Capai 1 Meter Lebih

CYBER88 | Jakarta -- Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mengguyur Jakarta sejak Jumat, 19 Februari 2021. Akibatnya, sejumlah wilayah di DKI Jakarta dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian yang beragam.

Kemudian pari Sabtu, 20 Februari 2021, hujan kembali mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta, dan menyebabkan tinggi muka air banjir di sejumlah wilayah mengalami kenaikan.

Selain akibat curah hujan tinggi, luapan air sungai juga menjadi salah satu penyebab sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir. Salah satu lokasi yang dilaporkan memiliki kondisi banjir terparah adalah di Jakarta Selatan.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Selatan melaporkan sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dilanda banjir dengan ketinggian mencapai satu meter.

Berdasarkan data Sudin Damkar, banjir paling banyak terjadi di Kecamatan Pasar Minggu, yakni Kelurahan Jati Padang, Pejaten Timur, Pejaten Barat, dan Cilandak Timur.

"Damkar mengerahkan semua perahu karet untuk mengevakuasi warga," ucap petugas Damkar Jakarta Selatan, Slamet, dikutip Cyber88.co.id dari Antara.

Dari laporan Damkar Jakarta Selatan, ketinggian air Kali Pulo di Jalan Mujair Dalam RT 2 RW 8, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, mencapai 160 sentimeter (cm). Air dilaporkan naik mulai pukul 5.30 WIB sampai 6.30 WIB, dan sampai saat ini masih bertahan.

Tercatat delapan kepala keluarga mengungsi akibat banjir tersebut, terdiri dari enam anak-anak, empat orang lanjut usia, dan 10 orang dewasa.

"Kami melaksanakan evakuasi warga ke tempat pengungsian," kata Slamet.

Lokasi banjir berikutnya adalah di Jalan Jati Padang V RW 4, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu. Air dilaporkan mulai naik pukul 2.45 WIB hingga 4.30 WIB, dengan kondisi tinggi muka air Kali Pulo yang meluap 150 cm.

Di lokasi tersebut, terdapat sebanyak 15 orang pengungsi, yang terdiri dari enam orang lansia dan sembilan orang dewasa.

Selanjutnya, di Jalan Masjid Al Makmur Gang Buntu, RT 5 RW 8 dan RT17 RW 7 Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu. Air luapan Kali Ciliwung mulai naik pukul 4.00 WIB sampai 4.30 WIB, dengan kondisi ketinggian Sungai Ciliwung kurang lebih 200 cm.

"Di lokasi ini sementara warga masih bertahan, belum mau dievakuasi," tutur Slamet. Banjir juga merendam Jalan NIS RT 9 RW 3 Kelurahan Cilandak Timur, Pasar Minggu. Air dilaporkan mulai naik pukul 4.00 WIB hingga 7.30 WIB.

Akibat air luapan Kali Ciliwung yang naik ke level 2, terdapat 70 jiwa yang diungsikan dari lokasi tersebut.

Kemudian, banjir merendam Jalan Bambu RT 13 RW 8, Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, dengan ketinggian air yang meningkat pada pukul 2.30 WIB sampai 7.30 WIB.

Kondisi ketinggian air kali mencapai 150 cm, dan sebanyak 10 kepala keluarga yang terdiri dari satu bayi, 11 anak-anak, tiga lansia, dan 12 orang dewasa, dievakuasi untuk mengungsi.

Terakhir, banjir luapan kali juga terjadi di Jalan Pejaten Barat Terusan RT 7 RW 8, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu.

Air luapan kali mulai naik pukul 2.30 WIB sampai 7.30 WIB, dengan posisi ketinggian kali mencapai 150 cm.

"Ada 27 jiwa yang diungsikan petugas Damkar," kata Slamet.***

Komentar Via Facebook :