Flyover Sepanjang 340 Meter di Simpang Padalarang, Bakal Segera Dibangun, Dishub Gelar Rekayasa Lalin

Flyover Sepanjang 340 Meter di Simpang Padalarang, Bakal Segera Dibangun, Dishub Gelar Rekayasa Lalin

CYBER88 | KBB -- Jalan layang sepanjang kurang lebih 340 meter di simpang Padalarang bakal dibangun pada medio Maret hingga November 2021 mendatang. Flyover itu nantinya akan menyambungkan GT Padalarang dengan kawasan Kota Baru Parahyangan.

Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas guna menghindari penumpukan kendaraan di lokasi pembangunan flyover itu.

Menurut Kepala Dishub KBB, Lukmanul Hakim guna mencari kebijakan yang efektif, pihaknya dibantu kepolisian menggelar simulasi rekayasa lalin sejak Kamis hingga Sabtu 25-27 Februari 2021.

Hingga saat ini pemberlakuan simulasi rekayasa lalin itu berlaku bagi kendaraan yang berasal dari arah timur atau Cianjur menuju Bandung bakal dibelokan terlebih dahulu untuk melintasi Jalan Stasiun Padalarang dan keluar di Jalan Panaris kemudian baru masuk ke GT Padalarang atau Cimahi.

Sedangkan, dari arah barat atau Bandung menuju Cianjur tetap melalui jalan utama. Sementara itu, kendaraan dari arah Kota Baru Parahyangan menuju GT Padalarang pun terimbas rekayasa arus dan dibelokan melalui Jalan Raya Tagog dan diarahkan ke Jalan Stasiun Padalarang.

“Biasanya kalau keluar Tol Padalarang timur itu biasanya lurus ke arah Kota Baru Parahyangan, ketika pelaksanaan pembangunan jalan dari tol ke Kota Baru Parahyangan itu ditutup. Termasuk dari arah Kota Baru ke tol juga ditutup,” ungkapnya saat on air di Radio PRFM News Channel, Jumat 26 Februari 2021

Diketahui, jalan layang ini adalah bentuk kerja sama antara Kota Baru Parahyangan dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Total anggaran yang dianggarkan yakni sebesar Rp110 miliar.

“Ini kebetulan bentuk CSR dari pihak Kota Baru Parahyangan kepada pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Jadi bukan kita yang membiayai itu, itu sebagai bentuk CSR dari Kota Baru Parahyangan sekitar Rp110 miliar,” jelasnya.

Ia menyebut sesuai dengan perhitungan kontraktor, pelaksanaan pembangunan flyover ini dimulai pada Maret hingga paling lambat November tahun ini.

“Menurut kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) kurang lebih selesai selama 8 bulan ke depan atau mungkin sekitar bulan Oktober atau November 2021,” tutupnya.***

Komentar Via Facebook :