Kebocoran Pipa Minyak Mentah PT. CPI di Dermaga 4 Pelabuhan Dumai

Kebocoran Pipa Minyak Mentah PT. CPI di Dermaga 4 Pelabuhan Dumai

CYBER88 |  Dumai -- Sabtu (27/02/21) kemarin, Oil Spil (minyak mentah) milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) kabarnya tumpah ke perairan laut Dumai hingga sebagian laut Dumai di kabarkan sempat tercemari. 

Berdasarkan informasi yang di himpun CYBER88.CO.ID, pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB, satu orang kru wartawan berangkat dari pelabuhan TPI ke TK (Tempat Kejadian) tumpahan minyak mengunakan pompong sewa, tepat di dermaga 4 pelabuhan PT.CPI, kru wartawan tersebut katanya melihat puluhan orang  petugas kontrak dan puluhan orang sekuriti di atas kapal Anugerah Perdana 33 sedang menyedot tumpahan minyak yang disaksikan oleh wartawan dari berbagai media. 

Bahkan pada malam itu pihak petugas di tempat kejadian tumpahan minyak itu, meminta Tekong kapal pompong  yang di sewa wartawan untuk merapat ke lambung kapal Anugerah Perdana 33 dengan alasan agar mudah mendokumentasi  tumpahan minyak dari jarak dekat.

"Dari pantauan kami malam itu di perairan dermaga 4, ada genangan air terlihat keruh dan hitam serta terlihat minyak mengapung, tumpahan minyak milik PT.CPI ke laut kami duga itu adalah limbah B3, unsur minyak mengakibatkan biota laut mati," ujar salah seorang kru wartawan yang turun pada malam Sabtu (27/02/21)

Sementara pihak PT. CPI Sonitha Poernomo Manager Corporate Communications PT. CPI saat dikonfirmasi menerangkan,

"terdapat kebocoran pipa di Pelabuhan PT.CPI Dermaga #4  Dumai sehingga terjadi tumpahan minyak mentah ke perairan pada hari Sabtu 27 Februari sekitar pukul 14.50 WIB," ujarnya lewat via WhatsApp anak buahnya.

Lebih rinci dalam isi WA pada Minggu (28/02/21) tadi Sonitha Poernomo menjelaskan bahwa  pada saat kejadian pipa dan pelabuhan tersebut tidak sedang digunakan dan PT. CPI berjanji akan segera memperbaiki pipa yang bocor. 

Untuk mencegah penyebaran minyak mentah milik mereka ke tengah laut pihak PT. CPI pada saat itu langsung memasang oil boom untuk mengisolasi dan mengumpulkan tumpahan serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak pemerintah terkait guna melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Merupakan komitmen PT. CPI untuk menjalankan operasi secara selamat dan andal dengan tetap melindungi masyarakat dan lingkungan.Terima kasih." Ujar Sonitha Poernomo di akhir WhatApp nya menjawab CYBER88.CO.ID

Dari keterangan Sonitha Poernomo ternyata tumpahan minyak telah terjadi sejak Sabtu siang  (27/2/21) pukul 14.50 WIB sampai Minggu (28/2/21) dan selama 24 jam petugas Chevron masih menyedot tumpahan minyak.

Ironisnya dalam peristiwa tersebut pihak KSOP Dumai mengaku kepada salah seorang wartwan kalau pihaknya tidak mengetahui adanya peristiwa kebocoran minyak mentah ke laut, sementara salah seorang Humas karyawan PT. CPI mengatakan jika pada saat kejadian, mereka (PT.CPI) telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak KSOP Dumai dan Sasana Migas.

Besar kemungkinan ketika air surut, minyak mengendap di lumpur dan ketika air pasang, minyak timbul kembali ke permukaan air laut dan bisa menyebabkan pencemaran lingkungan dikemudian hari.

Komentar Via Facebook :