Berawal dari Tukang Sol Sepatu, Sarifudin Berhasil Buka Taman Pendidikan Al-Quran Asy Syakur Gratis

Berawal dari Tukang Sol Sepatu, Sarifudin Berhasil Buka Taman Pendidikan Al-Quran Asy Syakur Gratis

CYBER88 | OKU --  Berawal berbekal tukang sol sepatu keliling, Sarifudin (52) Berhasil mewujudkan ide pribadinya untuk membuka Taman Pendidikan Al-Qur'an bernama  Asy-Syakur.

Sarifudin, pengasuh Asy-Syakur yang merupakan pria asal Jawa Barat, Garut, Kec. Karang Tengah, Desa Caringin ini memberikan pendidikan belajar-mengajar Al-Qur'an secara gratis kepada anak- anak santri di lingkungan Desa Air Pauh dan Baturaja, Kec. Baturaja Timur, Kab. Ogan Komering Ulu (OKU) dan sekitarnya secara gratis, tidak dipungut biaya.

Pendidikan gratis ini bertujuan supaya anak anak didik mendapat bekal ilmu agama pembelajaran mulai dari iqro, al-qur'an, hapalan Al-qur'an, fikih, tauhid, dan lainnya.

Dengan tenaga pengajar 6 orang ustadz jebolan dari ponpes Limbangan, Garut, Jawa barat dan lainnya yakni, Aef, Agussalim, Opik, Marmiati,  Emasundari dan Tilam Sari, semua atas bimbingan pengasuhnya Sarifudin.

Jumlah murid 100 orang, rata rata ber umur dari umur 4 tahun sampai 17 tahun. Jam belajar setiap hari kecuali malam Minggu, dari pukul, 16.00.s/d 18.30 wib.

Sarifudin yang sering dipanggil Jaka mengatakan, dengan pendidikan gratis ini untuk mempermudah dan meringankan beban orang tua santri mendidik anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu Agama Islam di tingkat dasar

“Temuan pemikiran ini, lanjut Sarifudin, atas kerjaannya sehari hari keliling megesol sepatu di Baruraja Oku dan sekitarnya.

Atas pemikiran dan kesadaran sendiri biaya seadanya milik sendiri, mendapat penemuan, bahwa masih banya anak -anak dari orangtuanya yang tidak mampu butuh belajar dengan mudah yakni tidak dipungut biaya, “Ujar dia.

Seluruh alat belajar  disiapkan oleh pengurus, seperti Al-Qur'an, iqro alat -tulis dan lainnya.

Dengan  bekal surat izin dari Kemenag kab Oku, no Izin : B-1944/KK.06.15.03/PP.00.8/II/2020. Berjalan lancar tiga tahun dari tahun 2018 s/d 2021 dengan jumlah santri mencapai 100 orang, Sarifudin berharap  dengan izin Allah untuk di masa yang akan datang tempat belajar dan mengajar ini dapat tercapai tempat dan ruang belajar  yang layak, seperti TPQ yang sudah maju, dan berharap kelak dapat menjadi pondok pesantren, “tutur Sarifudin kepada Cyber88, diruang belajar mengajarnya, Rabu (03/03/2021). (efk)

Komentar Via Facebook :