MI Unggulan Al-Imtiaz Cilegon Tumbuhkan Prestasi dan Mental Siswa Lewat Panggung Merah Putih
CYBER88 | CILEGON — Semangat kemerdekaan dikemas dalam ajang “Panggung Prestasi Merah Putih” yang digelar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Unggulan Al-Imtiaz di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Cilegon. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 siswa dari kelas I dan II sebagai wadah menampilkan kemampuan sekaligus melatih mental anak sejak dini.
Kepala MI Unggulan Al-Imtiaz, Musyafa'ah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah mengenalkan anak-anak pada berbagai bidang prestasi, tidak hanya pendidikan agama dan tahfiz Al-Qur'an, tetapi juga bidang umum dan teknologi.
“Karena saya memberikan nama prestasi, harapannya anak-anak juga sesuai dengan namanya, yaitu memiliki prestasi. Kita tidak hanya berprestasi di bidang agama atau tahfiz, tetapi juga mudah-mudahan di bidang teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan yang dikaitkan dengan momentum peringatan kemerdekaan juga menjadi sarana mengenalkan perjuangan para pahlawan kepada generasi muda.
“Dari kecil memang kita kenalkan dengan acara-acara seperti ini, agar anak-anak ingat perjuangan para syuhada dan bagaimana perjuangan sampai bangsa ini bisa merdeka,” katanya.
MI Unggulan Al-Imtiaz sendiri baru berdiri pada 2025 dan saat ini telah memiliki dua angkatan, yakni kelas I dan kelas II. Pada angkatan pertama jumlah siswa tercatat 34 orang, sedangkan pada tahun berikutnya jumlahnya meningkat menjadi sekitar 55 siswa.
Sekolah tersebut menerapkan sistem pendidikan berbasis tahfiz dengan komposisi sekitar 75 persen penguatan pendidikan agama dan 25 persen materi umum. Meski demikian, pihak sekolah menegaskan mata pelajaran umum tetap diberikan secara lengkap dan tidak ada yang dikurangi.
“Kurikulum kami berbasis tahfiz, tetapi pelajaran umum seperti matematika, bahasa Inggris, sejarah, PKN dan lainnya tetap ada. Kami hanya menambahkan jam pembelajaran hafalan,” jelasnya.
Dalam sistem pembelajaran tahfiz, siswa mendapat pendampingan secara intensif. Bahkan, satu guru mendampingi sekitar tujuh siswa pada waktu pembelajaran hafalan.
Sejumlah siswa juga telah menunjukkan perkembangan hafalan yang cukup baik. Tercatat empat siswa telah mencapai hafalan dua juz, sementara sekitar 15 siswa lainnya memiliki hafalan hingga satu juz.
Pihak sekolah menekankan kualitas hafalan menjadi perhatian utama. Siswa tidak diarahkan untuk sekadar menambah hafalan baru sebelum hafalan sebelumnya benar-benar dikuasai dengan baik.
Sementara itu, Ketua Komite MI Unggulan Al-Imtiaz, Rachmat AS, mengapresiasi dukungan manajemen pusat perbelanjaan yang telah memberikan ruang bagi para siswa untuk belajar dan tampil di luar lingkungan sekolah.
“Atas nama komite, wali murid dan masyarakat yang ada di MI Unggulan Al-Imtiaz, kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen yang sudah mengizinkan kegiatan pembelajaran di luar sekolah,” ujarnya.
Rachmat juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan manajemen pendidikan MI Unggulan Al-Imtiaz yang memiliki cita-cita melahirkan generasi berilmu dan berakhlak.
“Cita-cita tersebut tentu harus kita dukung bersama, termasuk oleh komite dan para wali murid. Dengan kebersamaan, insyaallah apa yang dicita-citakan dapat tercapai,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, terutama dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif bagi anak-anak.
“Momentum kemerdekaan harus menjadi sarana bagi anak-anak bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif dan mempersiapkan generasi yang lebih baik ke depan,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua Yayasan MI Al-Imtiaz, H. Muniruddin, menyebut pemilihan lokasi kegiatan di ruang publik menjadi bagian dari terobosan untuk melatih mental dan keberanian siswa.
“Kalau anak-anak tampil di tempat seperti ini, tentu akan lebih ramai dan dihadiri banyak orang. Selain menjadi bagian dari promosi, ini juga menguji dan melatih mental anak-anak agar berani tampil di depan umum,” ujarnya.
Menurutnya, MI Al-Imtiaz yang baru berjalan dua tahun ingin memberikan keunggulan lebih kepada peserta didik. Anak-anak diharapkan tidak hanya berkembang di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan.
“Anak-anak kita ke depan memiliki tantangan yang lebih berat. Karena itu, sejak dini mereka harus dibekali agar memiliki wawasan dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman,” katanya.
Muniruddin menambahkan, perkembangan akademik dan hafalan siswa sejauh ini menunjukkan hasil positif. Namun demikian, pihak yayasan tetap mengutamakan kualitas dibandingkan jumlah siswa.
“Kami menargetkan maksimal sekitar 60 siswa dalam satu tahun untuk tiga kelas. Jangan sampai terlalu mengutamakan kuantitas, tetapi kualitas proses belajar-mengajar justru tidak maksimal,” jelasnya.
Ke depan, pihak yayasan berencana mengembangkan fasilitas pendidikan secara bertahap, termasuk menyiapkan konsep asrama ketika jenjang kelas yang lebih tinggi telah tersedia.
Muniruddin berharap masyarakat Kota Cilegon semakin terbuka dalam memilih lembaga pendidikan yang memiliki visi jelas dalam membentuk generasi masa depan.
“Perkembangan teknologi tidak bisa kita hentikan. Karena itu, anak-anak harus dibekali sejak dini agar mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Harapan kami, masyarakat semakin terbuka untuk memilih lembaga pendidikan yang benar-benar memiliki cita-cita melahirkan anak-anak bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :