Kadis LH dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Kawal Gotong Royong Warga Sumur Wuluh
CYBER88 | CILEGON — Warga RT 03 RW 03 Kelurahan Sumur Wuluh, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, bergotong royong membersihkan sampah di aliran kali, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan banjir menjelang musim penghujan.
Gotong royong yang melibatkan warga itu turut didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri, serta anggota DPRD Kota Cilegon sekaligus Ketua komisi IV Saiful Basri.
Ketua RT 03 RW 03 Sumur Wuluh, Mahmud, mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari warga. Menurutnya, pembersihan kali sangat penting karena wilayahnya pernah terdampak banjir cukup parah akibat hujan deras, meluapnya aliran kali, serta kerusakan di sejumlah titik tanggul dan Tembok Penahan Tanah (TPT).
“Alhamdulillah antusias warga RT 03 RW 03 sangat bagus, kompak dan semangat. Mudah-mudahan gotong royong ini berjalan sukses,” ujar Mahmud.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi beberapa bulan lalu menyebabkan air masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 50 hingga 70 sentimeter. Sejumlah barang milik warga, termasuk kasur dan peralatan rumah tangga lainnya, turut mengalami kerusakan.
Di RT 03 sendiri terdapat sekitar 117 kepala keluarga. Mahmud berharap perbaikan sejumlah TPT yang jebol dapat segera direalisasikan sebelum musim hujan kembali tiba.
“Warga masih trauma dan was-was setiap hujan turun. Kami khawatir kalau TPT yang jebol belum diperbaiki, banjir kembali terjadi,” katanya.
Mahmud menambahkan, sebelumnya kondisi TPT tersebut telah ditinjau bersama Saiful Basri. Namun hingga kini warga masih menunggu tindak lanjut terkait rencana perbaikan.
Selain meminta perhatian pemerintah, Mahmud juga berharap perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar lingkungan warga dapat turut berpartisipasi dan peduli terhadap persoalan lingkungan.
Sementara itu, Ketua RW 03 Sumur Wuluh, Samani, mengapresiasi dukungan DLH Kota Cilegon dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut. Ia mengatakan pembersihan kali menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir.
“Ini sangat bermanfaat bagi kami karena beberapa bulan lagi akan memasuki musim hujan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut ke wilayah RT lainnya,” ujarnya.
Samani menyebut, kegiatan pembersihan kali hari ini menargetkan sekitar 500 meter aliran sungai yang dipenuhi sampah. Menurutnya, masih terdapat beberapa RT lain di wilayah RW 03 yang juga membutuhkan kegiatan serupa.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri, mengapresiasi inisiatif warga RW 03 yang secara bersama-sama membersihkan aliran kali. Namun, ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai.
“Kami berharap setelah kegiatan ini masyarakat tidak lagi membuang sampah ke kali. Dari kontur wilayahnya, aliran air ini menuju ke daerah bawah dan berpotensi menimbulkan banjir,” kata Sabri.
Menurutnya, DLH bersama Saiful Basri akan mengupayakan pengadaan kontainer sampah untuk membantu masyarakat memiliki sarana pembuangan sampah yang memadai.
“Kami melihat sarana kontainer sampah di sini memang belum ada. Mudah-mudahan bisa diupayakan melalui perubahan anggaran atau paling lambat pada 2027,” ujarnya.
Sabri menegaskan, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya banjir akibat sampah.
“Yang menerima dampak dari sampah di kali sebenarnya saudara-saudara kita yang berada di wilayah bawah. Karena itu, kami mohon kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke kali,” tegasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Saiful Basri, mengatakan pembersihan dan normalisasi kali merupakan bagian dari langkah mitigasi sebelum musim penghujan tiba.
Menurutnya, persoalan banjir di wilayah tersebut tidak hanya disebabkan sampah, tetapi juga sedimentasi yang cukup tinggi di aliran kali.
“Hari ini kita melakukan langkah pencegahan dari hulu ke hilir. Tahun lalu daerah ini juga terdampak banjir, sehingga sebelum musim hujan kita berupaya melakukan mitigasi agar ke depan bisa lebih baik,” ujar Saiful.
Terkait minimnya sarana pengelolaan sampah, Saiful mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan DLH untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa aspirasi warga terkait pengadaan dua unit kendaraan pengangkut sampah telah disampaikan melalui kegiatan reses dan diharapkan dapat direalisasikan pada September atau Oktober 2026.
Selain persoalan sampah, Saiful turut menyoroti sejumlah titik saluran kali yang mengalami kerusakan. Ia berencana berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan peninjauan terhadap tanggul dan fondasi saluran yang jebol.
“Masih ada beberapa RT yang akan dilakukan pembersihan secara bertahap. Untuk kondisi tanggul dan fondasi yang rusak, kami akan coba komunikasikan agar segera ditinjau dan mendapatkan penanganan,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :