Anggaran Telah Disetujui, Namun TPU di Pelalawan Masih Abu Abu
Hermawan-tokohpendiriPelalawan
CYBER88 | Pelalawan - Herwana salah seorang pendiri kabupaten Pelalawan mempertanyakan lambannya pihak Pemda, dalam hal ini Dinas Sosial Kabupten Pelalawan untuk segera merealisasikan lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di kecamatan Pangkalan Kerinci. Rabu, (03/03/21).
Juga mempertanyakan keberadaan lahan TPU khusus kota Pangkalan Kerinci yang anggarannya telah disetujui pihak DPRD pelalawan sejak tahun 2017 lalu.
Herwana mengatakan dia mendapat informasi bahwa Pemkab telah menambah sejumlah dana anggaran untuk pengadaan makam. Namun hingga kini lokasi lahan pemakaman yang akan diganti rugi belum juga diketahui letaknya.
"Hingga saat ini pun saya tidak tahu di mana lahan tersebut. Ini kan dibeli pakai uang rakyat, tapi mengapa lokasi lahan seolah-olah dirahasiakan, bahkan sempat tarik ulur dan berusaha mengambil alih lahan HGU PT. IIS guna dimanfaatkan sebagai TPU, " ujar Herwana yang lebih akrab dikenal Lavendos kepada kru CYBER88.Co.Id, Rabu (03/03/21).
Seperti diketahui, untuk mengantisipasi semakin berkurangnya lahan TPU di Pangkalan Kerinci, maka pada 2017 lalu Pemkab Pelalawan berencana akan menyiapkan dua hektare lahan menjadi Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Setelah dilakukan pengadaan tanah makam di kota Pangkalan Kerinci, pada waktu itu pejabat Kepala Dinsos May Hendri telah sepakat melalui rapat kerja bersama Komisi II DPRD Pelalawan, anggaran pun disetujui untuk pengadaan lahan ketika itu.
Namun untuk menentukan dimana lokasi TPU yang mau diganti rugi pemda, belum juga diketahui. Pihak terkait masih terus melakukan koordinasi demi kordinasi, hingga akhir tahun 2021 bertepatan berakhirnya jabatan Bupati Pelalawan HM. Harris, lahan TPU masih abu abu.
Akibatnya, desakan kembali datang dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se- Kecamatan Pangkalan Kerinci terkait menipisnya lahan Tempat Pemakaman Umum di Kecamatan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Akhirnya Komisi I DPRD setempat mencari solusi menyurati pihak Perusahaan kebun sawit Pt. IIS, agar HGU nya bisa dilepaskan sekitar 5 hektar untuk lokasi makam.


Komentar Via Facebook :