Indikasi Tanpa Konfirmasi, Kades Pasirhuni Sebut BB74 Cemarkan Nama Baik

Indikasi Tanpa Konfirmasi, Kades Pasirhuni Sebut BB74 Cemarkan Nama Baik

CYBER88 | Bandung -- Peran dan fungsi media sebagi penghubung yang salah satunya pada ranah birokrasi antara pemerintah dan masyarakat, dituntut untuk memberikan sajian informasi yang berimbang. Kendati demikian, klarifikasi dan konfirmasi menjadi kunci independensi pers sebagai pilar keempat negara.

Sikap "premanisme oknum wartawan" menjadi penyakit dan merubah citra jurnalistik itu sendiri. Pers seakan menjadi musuh besar bagi banyak pihak atas ulah para oknum. Hingga status wartawan dianggap ancaman karena melenceng dari tupoksi seharusnya.

Menanggapi pemberitaan yang dianggap sepihak yang muncul di media online BB74, Kades Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Dadang Setia Permana angkat bicara karena dituding menyalahgunakan jabatannya. 

Baca Juga Kades Pasirhuni, Bantah Pemberitaan yang Menuding Adanya Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenangdan Jabatan

Dalam pemberitaan tersebut menuding Dadang menyalahi pengunaan anggaran dan mencantumkan informasi didapat dari tokoh masyarakat yang dianggap Dadang sebagai lawan politiknya. Dadang mengeluhkan pemberitaan tersebut ditulis secara sepihak tanpa melakukan klarifikasi dan penelusuran data lebih luas. Inisial penulis yang tidak tertera di Boks Redaksi dan sumber informasi dari tokoh masyarakat yang tidak tercantum namanya, dianggap Dadang hanya akal-akalan semata.

Dadang menuding Media BB74 telah mencemarkan nama baiknya karena dirasa wartawan BB74 tak memberikan konfirmasi kepada dirinya terkait keluhan masyarakat. Walaupun oknum wartawan tersebut menyebutkan telah mengunjungi kantor desa meski tidak bertemu Kades, namun tak pernah ada pesan kepada Kades sendiri.

Muncul pesan whatsapp berupa rilisan pemberitaan kepada Sekdes hingga link berita yang diterbitkan BB74 diterima Sekdes, Kades tidak pernah menerima informasi tersebut dari oknum. Sampai pada akhirnya Kades menghubungi oknum tersebut untuk melakukan konfirmasi tatap muka, namun tak pernah ditanggapi oknum.

Dadang berharap kepada seluruh insan pers di Indonesia agar menjaga independensi dan tetap objektif dalam menanggapi informasi dengan mengedepankan konfirmasi dan klarifikasi supaya informasi yang disajikan berimbang. [Red]

Komentar Via Facebook :