Inilah Cerita Dewan Redaksi Cyber88 Setelah Menerima Vaksin Covid-19
CYBER88 | Bandung -- Uden Caraka, mengatakan, Efek yang dirasakan setelah divaksin pada hari kemarin Kamis (10/3) bersama sejumlah insan media yang terdiri dari media cetak, Radio, TV dan Online di Aula Masjid Al-Aman Polda jabar, merasakan linu di otot selama sekitar satu jam.
“Setelah sampai ke rumah, efek tersebut berlanjut dengan terasanya meriang di tubuh mungkin faktor kurang tidur. Namun setelah beberapa jam kemudian efek tersebut berangsur hilang dan pagi harinya badan kembali terasa segar seperti sedia kala, “Ungkap Uden yang juga merupakan Dewan redaksi sekaligus salah satu pendiri Media Cyber88 ini, Kamis (11/3/2021).
Uden menuturkan, efek yang muncul dan dirasakannya setelah divaksin, karena di dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi yang bakal melawan virus. Tapi hari ini ia memastikan tak ada efek lain yang dirasakannya seperti banyak diberitakan oleh pihak pihak yang seolah menjegal program vaksinasi ini.
"Alhamdulillah, di tubuh saya ini akan membentuk antibodi, sehingga nantinya bisa melawan kalau ada virus masuk, “Kata dia.
Meski demikian, Uden mengajak kepada para penerima vaksin Covid-19 agar tak euforia setelah penyuntikan. Pasalnya, penyuntikan tak langsung membuat tubuh menjadi kebal terhadap virus corona dan menurut riset, antibody tersebut akan muncul tiga bulan kemudian. Jadi, lanjut Uden, Disiplin terhadap protokol kesehatan harus tetap diutamakan.

Ia mengajak kepada khususnya seluruh Jurnalis Cyber88.co.id dari aceh sampai papua barat untuk turut serta menjadi penerima vaksin. Karena menurutnya, jurnalis juga adalah salah satu garda terdepan dalam memberikan informasi perkembangan Covid-19 yang kini dikabarkan telah bermutasi.
Uden juga berharap semua elemen masyarakat bisa kompak menyambut hadirnya vaksin sebagai titik terang berakhirnya pandemi. Kendati, sebagian pihak masih ada yang meragukannya. Tapi, sebagai manusia haruslah kita berupaya.
Sebab, saya meyakini seperti disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya”.
Ditegaskannya, bahwa setiap penyakit ada obatnya. Jadi kita tidak perlu terlalu khawatir. Penyakit yang Allah turunkan pasti bersama obatnya. Maka, berharapnya kepada Allah dan tidak mungkin Allah meluputkan bagi manusia.
Ini merupakan wujud dari sempurnanya rahmat Allah subhanahu wa ta’ala dan mengingatkan kepada hamba-hambanya. Maka dari itu orang-orang yang beriman sangat beruntung karena mereka dekat dengan sumber rahmat Allah yang sempurna didalam wahyu Allah yang diturunkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Pungkasnya. (sr).


Komentar Via Facebook :