Anggaran 130 Miliar Untuk Pembangunan Wisata Situ Bagendit Garut, Diduga Bermasalah

Anggaran 130 Miliar Untuk Pembangunan Wisata Situ Bagendit Garut, Diduga Bermasalah

CYBER88 | Garut -- Menyusul ungkapan yang pernah dilontarkan Rudy Gunawan, Bupati Gatut, yang menyebut "Kecewa atas pelaksanaan pembangunan kawasan Situ Bagendit yang dinilai asal - asalan.

Garut Governance Watch (GGW) melalui Agus Sugandi Ketuanya, "Meminta Bupati Rudy Gunawan memerintahkan Inspektorat guna melakukan pengusutan terkait pelaksanaan pembangunan kawasan Objek Wisata Situ Bagendit yang berada di wilayah Kecamatan Banyuresmi.

Agus Sugandi yang akrab disapa Gandi mengatakan, Tidak benarnya pelaksanaan pembangunan kawasan Situ Bagendit, Tidak terlepas dari awal proses mendapatkan pekerjaan yang sudah mengeluarkan dana.

Biasanya untuk pekerjaan besar dikeluarkan anggaran untuk "Comitment Fee" pada oknum pejabat.

Bupati harus memastikan jika dalam proses pelelangan untuk mendapatkan proyek pembangunan Situ Bagendit yang memakan biaya cukup besar yang bersumber dari APBN ini tak ada pejabat yang telah menerima dana "Commitment Fee", katanya.

"Sudah tak aneh lagi pihak ketiga yang mau mendapatkan pekerjaan besar seperti itu harus mengeluarkan dana yang cukup besar pula".

Selain itu, Gandi juga melihat adanya keserakahan pelaksana pekerjaannya dalam proyek pembangunan Situ Bagendit ini.

Jika memang Bupati merasa kecewa dengan pelaksanaan pembangunannya yang dinilai asal-asalan, maka seharusnya hal ini tidak dibiarkan begitu saja.

Menurut Gandi, Seharusnya menindaklanjuti kekecewaannya tersebut dengan memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pengusutan. Selain itu, ia juga meminta APH (aparat penegak hukum) juga segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara tuntas hingga akhirnya terungkap siapa saja yang telah berbuat curang, ujarnya.

"Kalau memang melihat ada ketidak beresan dalam pelaksanaan pembangunan kawasan Situ Bagendit tersebut, Bupati, Seharusnya

menindaklanjutinya dengan langkah yang sifatnya Riil, Bukan hanya koar-koar. Demikian juga dengan APH harusnya segera turun tangan untuk melakukan Penyelidikan dan Penyidikan".

Dengan adanya langkah Riil baik yang dilakukan Eksekutif (Pihak Bupati Garut) maupun Yudikatif (Pihak APH) menurut Gandi, Semua pihak benar-benar menjalankan tupoksinya dengan baik, Bukan hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban seperti yang terjadi saat ini.

Gandi menyebutkan, Sebelumnya dia membaca pernyataan Bupati Garut yang mengaku kecewa atas pelaksanaan pembangunan kawasan Situ Bagendit yang dinilainya asal-asalan.

Awalnya ia merasa Apresiasi atas sikap Bupati yang dinilai berani tersebut dan diharapkan ungkapannya itu akan ditindaklanjuti dengan langkah Riil seperti laporan atau melakukan pengusutan dengan memerintahkan Inspektorat.  

Namun ternyata koar-koar terkait kekecewaannya, tak ada langkah Riil yang dilakukan Bupati. Akibatnya muncul anggapan kurang baik di masyarakat terkait sikap Bupati seperti itu, ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan memang sempat melontarkan kekecewaannya terkait pelaksanaan pembangunan kawasan wisata Situ Bagendit yang dinilainya asal-asalan.

Bahkan Rudy Gunawan sempat menantang wartawan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan buruknya pelaksanaan pembangunan yang dilakukan salah satu BUMN tersebut.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat melalui empat Kementerian yakni Kementerian Keuangan, Pariwisata, Perhubungan, dan PUPR, Bersinergi untuk menjadikan kawasan wisata Situ Bagendit sebagai kawasan wisata kelas dunia.

Hal ini bertujuan untuk mendorong peningkatan pertumbuhan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran yang tak sedikit untuk proyek pembangunan kawasan Situ Bagendit ini yakni, mencapai Rp.100 miliar.

Selain dari Pemerintah Pusat, Anggaran juga diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu pembangunan Kawasan Wisata ini sebesar Rp.30 miliar.

Pembangunan Kawasan Wisata Situ Bagendit, Resmi dimulai pada 1 November 2020. Hal itu ditandai oleh penandatanganan perjanjian kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kawasan Permukiman Wilayah II Balai Prasana Permukiman Wilayah Jawa Barat dan PT.Adhi Karya (Persero) Tbk, Selaku kontraktor pelaksana penataan Kawasan Situ Bagendit.

Penandatanganan kontrak saat itu disaksikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR-RI, Danis Hidayat Sumadilaga, dan Bupati Garut Rudy Gunawan, Senin 26 Oktober 2020. [Red]

Komentar Via Facebook :