Reaksi Cepat dan Proaktiv, Wabub dan Kadis Kesehatan Mesuji Terhadap Wartawan yang Sakit Setelah di Vaksin
CYBER88 | Mesuji -- Menyikapi pemberitaan sebelumnya yang dimana salah satu wartawan atas nama Chandra Foetra S diduga sakit akibat suntik vaksin di salah satu Puskesmas Brabasan, Kecamatan Tanjungraya Kabupaten Mesuji, beberapa hari yang lalu tepatnya Selasa (23/3).
Dari pemberitaan sebelumnya, yang dimana Kadis Kesehatan Kabupaten Mesuji atas nama Yanuar diduga sempat memblokir akun whatsApp Chandra, karena konsultasi atas apa yang sudah dikeluhkannya sehari setelah divaksin.
Mendengar hal tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Mesuji, Haryati Cendralela langsung cepat tanggap dan mengghubungi salah satu wartawan atas nama Chandra Foetra S yang sakit tersebut san langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Yanuar.
Ia pun memerintahkan tim medis dari pihak Puskesmas Brabasan untuk mengirim ambulance dan menjemput Chandra Foetra S, dirumah kediaman orangtua dari istrinya yang berada di Desa Indralokajaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kamis (25/3) sekira pukul 10.30 Wib.
Chandra langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ragam Begawe Caram (RS RBC) Kabupaten Mesuji dan dilakukan pemeriksaan apakah penyakit yang dideritanya seperti mual-mual, keringat berlebih, demam yang disertai batuk filek serta bintik-bintik merah di beberapa bagian tubuhnya akibat dari vaksin atau gejala lainnya.
Dari hasil pemeriksaan lab sementara, pihak Rumah Sakit mengatakan kalau dari vaksin nya negatif dan yang lainnya juga baik, namun ada alergi obat saja.
"Ya saya sebelumnya tidak ada rasa sakit apa-apa sebelum disuntik vaksin kemarin pak, namun setelahnya saya disuruh menunggu sekitar 30 menit sebelum pulang untuk memastikan tidak ada efek samping lain, dan setelah pulang dari puskesmas saya ngobrol di rumah kediaman Kepala Desa Brabasan atas nama Karsun,
Sekira 2 jam kemudian saya pulang dan merasa seperti orang yang mau demam disertai batuk filek, dan langsung istirahat sampai beberapa jam dirumah kediaman Paman saya di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Simpang Pematang," Jelas Chandra.
Chandra pun mengakui, setelah hal itu dirinya merasakan demam panas dan dengan keringat berlebih yang disertai batuk pilek, lalu meminum obat warung namun hanya sesaat reda dan kambuh kembali panasnya.
Selain itu setelah dua hari kemudian sekira pukul 15.00 wib Chandra merasa ada rasa panas dengan bintik merah dibagian ketiak, punggungnya yang mengeluarkan air seperti campak.
"Iya, setelah dari hari pertama saya merasa demam, dan udah mencoba minum obat warung tetap saja nggak reda, hingga pada akhirnya saya pulang ke rumah orangtua dari istri saya di indralokajaya,
Saya sempat konsultasi sebelumnya dengan Kepala Dinas Kesehatan Mesuji pak Yanuar, namun dirinya mengatakan itu efek samping ringan yang insya allah tidak apa-apa, tapi apabila berkelanjutan beliau memberi saran agar langsung melakukan pemeriksaan kepada pihak puskesmas atau rumah sakit," Ungkap Chandra.
Berkat respon dan proaktif serta rasa keperdulian dari Wakil Bupati Kabupaten Mesuji, Haryati Cendralela dan Kepala Dinas Kesehatan Mesuji Yanuar, saat ini Chandra Foetra S, sudah dipindahkan kedalam kamar rawat inap anggrek 1 di Rumah Sakit Ragam Begawe Caram Kabupaten Mesuji.
Kemudian ia mendapatkan perawatan medis serta masih menunggu hasil lab selanjutnya oleh pihak medis dan Dokter Spesialis dalam dan kulit untuk lebih memastikan kembali penyakit yang dideritanya akibat dari vaksin atau ada gejala penyakit lainnya.
Chandra berharap penyakit yang diderita saat ini bukan karena dampak vaksin yang disuntikannya, karena hal ini khawatir bisa membuat masyarakat lainnya yang belum di vaksin takut dan was-was karena isu-isu atau pemberitaan yang berdambak buruk akibat divaksin yang selama ini menuai pro dan kontra terhadap pubik ditengah-tengah pademik Covid-19 yang sangat meresahkan masyarakat.
"Untuk sementara masih belum ada info kembali dari hasil test darah untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium gejala atau penyakit apa yang terjadi pada diri saya, namun saya berharap hal ini bukan dari dampak vaksin yang disuntikan kedalam tubuh saya."
"Saya pun berharap kepada masyarakat luas dimanapun berada agar tidak terhasut oleh isu-isu yang belum tentu benar dari dampak vaksin yang mengatakan banyak yang sakit atau lainya," Terangnya.
"Tetap ikuti protokol kesehatan dan selalu memakai masker serta jaga jarak dimanapun dan bersama siapapun, karena cara yang lebih ampuh untuk mencegah adalah kebersihan dan kedisiplinan dari diri sendiri selain vaksin atau tidak ingin divaksin," Pungkas Chandra saat dikonfirmasi di RS. RBC Mesuji, Jum'at (26/3). [EI/Ferri fs]


Komentar Via Facebook :