ASDP Percepat Sterilisasi Enam Pelabuhan, Wujudkan Layanan Penyeberangan yang Lebih Aman dan Modern
CYBER88 | JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat transformasi layanan kepelabuhanan melalui implementasi program sterilisasi di enam pelabuhan utama sebagai upaya menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih aman, tertib, modern, dan berstandar keselamatan tinggi.
Memasuki pekan ini, ASDP menggelar sosialisasi intensif di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar sebagai tahapan akhir menjelang soft launching implementasi sterilisasi pelabuhan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari transformasi operasional ASDP dalam memperkuat pengelolaan kawasan pelabuhan sebagai objek vital transportasi nasional. Berbagai inovasi diterapkan, mulai dari sistem registrasi digital, teknologi Face Recognition (FR), pengendalian akses berbasis zonasi, hingga penerapan One Gate System.
Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan sterilisasi pelabuhan menjadi fondasi penting menuju operational excellence yang mampu meningkatkan keandalan layanan penyeberangan nasional.
"Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar pengaturan akses, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara kita mengelola operasional. Kami ingin memastikan setiap orang, kendaraan, dan aktivitas di kawasan pelabuhan dapat teridentifikasi, terverifikasi, dan termonitor dengan baik," ujar Rio.
Menurutnya, penerapan sistem digital melalui Face Recognition, zonasi yang jelas, serta One Gate System akan memperkuat keamanan objek vital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa.
Di Pelabuhan Merak, ASDP bersama para pemangku kepentingan terus mengintensifkan berbagai persiapan selama dua pekan terakhir. Kegiatan tersebut meliputi patroli gabungan, sosialisasi sterilisasi, hingga penataan kawasan pelabuhan agar hanya pihak yang berkepentingan yang dapat mengakses area operasional.
Selain itu, penataan juga dilakukan terhadap pedagang asongan melalui pendataan ulang, pengaturan lokasi berjualan, pemberian identitas resmi, serta penataan kawasan sekitar Masjid Keramat. Penerapan One Gate System diperkuat dengan pemasangan CCTV, pagar pembatas, rambu-rambu, penerangan, dan pos pengawasan.
Sementara itu, di Pelabuhan Bakauheni, ASDP mematangkan implementasi melalui koordinasi bersama regulator, aparat keamanan, operator kapal, dan seluruh pemangku kepentingan. Persiapan difokuskan pada penyelesaian infrastruktur pendukung, pemasangan media sosialisasi, pendataan akses berbasis Face Recognition, penataan jalur kendaraan, hingga penguatan sistem pengawasan digital.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa sosialisasi menjadi tahapan penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman dan komitmen yang sama sebelum implementasi dilakukan secara penuh.
"Sterilisasi pelabuhan bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan membangun budaya baru yang mengedepankan keselamatan, keamanan, kedisiplinan, dan pelayanan prima. Dengan kolaborasi seluruh stakeholder, kami optimistis implementasi ini akan menjadi fondasi terciptanya pelabuhan penyeberangan yang semakin modern, efisien, dan berstandar internasional," kata Windy.
Implementasi program sterilisasi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 tentang Zonasi Kawasan Pelabuhan Penyeberangan, serta berbagai regulasi terkait pengamanan objek vital transportasi.
Dengan langkah tersebut, ASDP berharap dapat menghadirkan sistem layanan penyeberangan yang lebih aman, efisien, transparan, dan mampu mendukung konektivitas nasional secara berkelanjutan.


Komentar Via Facebook :