Oknum Menajemen yang Mengaku Pimpinan Arch Hotel, Halangi Tugas Wartawan
CYBER88 | Bogor – Akibat sikap arogan oknum yang mengaku Pimpinan Menejement Arch Hotel yang menghalang - halangi tugas wartawan saat akan meliput kegiatan kementerian Agama selama 3 hari, perilaku oknum menejement tersebut akan di laporkan oleh JP salah seorang wartawan dari redaksi Sakti media Tv ke Polres Kota Bogor, Jum’at (26/3/2021).
"Saya sangat menyayangkan sikap dari pengelola Arch Hotel dalam menyikapi awak media, yang mana fungsi kami sebagai media beliau tau (Andre, yang mengaku pimpinan Arch Hotel tanpa Kartu Indetitas).”
“Kehadiran kita datang ke sini untuk melakukan peliputan kegiatan yang dari Kemenag yang berlangsung selama 3 hari, dan ini hari terahkir, Jumat (26/3),” Ujar JP.
Pasalnya, ketika beberapa awak media yang ingin mengkonfirmasi kepada penanggung jawab kegiatan dari kementrian Agama (Syukur, Kabid urusan agama islam dan pembinaan syariah), justru awak media mendapatkan beberapa pertanyaan yang berlebihan dari pihak menajemen, padahal media tersebut sudah memperkenalkan indentitasnya kepada pihak pengelola satu persatu.
Maria pimpinan arch hotel berjanji akan memfasilitasi pertemuan awak media dengan pihak Kemenag RI, namun setelah menunggu dua jam lebih bukannya penanggung jawab acara Kemenag yang datang akan tetapi dari oknum yang mengaku dirinya sebagai pimpinan arch hotel, tanpa memperlihatkan indetitas diri.
"Saya Andre, selaku pimpinan arch hotel disini, anda dari wartawan tolong perlihatkan indetitasnya, dari media mana saja anda semua dan akan saya tulis satu persatu, apa tujuannya datang ke sini,” kata Andre.
Setelah awak media memperlihatkan indetitas dan menjelaskan kedatangan guna peliputan, Andre hanya memberikan informasi bahwa kegiatan Kemenag RI sudah chek out barusan.
"intinya seperti itu, saya informasikan kepada teman teman media bahwa kegiatan Kankemenag RI sudah selesai, jadi,apabila sudah tidak ada lagi kepentingan, saya harap untuk meninggalkan tempat ini,” tuturnya.
Dalam pertemuan,beberapa awak media sebetulnya sudah menaruh rasa curiga kepada Andre yang mengaku sebagai pimpinan Arch Hotel (Postur tinggi besar berambut cepak) tersebut. Padahal diawal, Maria sudah memperkenalkan sebagai Pimpinan Arch Hotel, sehingga teman-teman media meminta hal yang sama,agar andre menunjukkan indetitasnya, sebab siapa yang benar sebagai pimpinan Arch Hotel ? Maria atau Andre.
“Maaf itu hak saya untuk tidak memperlihatkan hal tersebut (Kartu Menejemen selaku pimpinan) dan saya No.komen,” ucapnya.
Mendengar penjelasan Andre terlihat ada keganjilan, sehingga pewarta mendesak supaya beliau memperlihatkan hal yang sama (Indetitasnya), guna keseimbangan dalam berkomunikasi.
RSA dari media Kabarpos.News mempertanyakan saat dilokasi, "Maaf ya pak, saya heran berbicara dengan anda, dari tadi saya dengarkan anda mengaku pimpinan hotel disini, tetapi kenapa Bapak Andre tidak memperlihatkan indetitasnya sedari tadi berbicara dengan kami, sebetulnya bapak ini siapa ya ? bapak dari aparat atau angkatan ? atau dari mana, tunjukan saja pak indetitasnya, maka kami anggap selesai persoalannya,” imbuhnya,
Ia melanjutkan,”Gara-gara Bapak menahan beberapa jam disini untuk berbicara kesana kesini saya anggap, sehingga kami tidak bisa meliput kegiatan Kankemenag RI. Padahal kegiatan masih berlangsung, moment penting ini sangat berati bagi kami.
Kenapa Kankemang RI memilih lokasi acara dibogor, dan sumber anggarannya tahun berapa, biaya yang dikeluarkan berapa banyak selama 3 hari menginap di hotel arch, karena ini anggaran Uang Rakyat yang dipergunakannya, Rakyat sedang susah,ko mereka senang senang dihotel dengan menghamburkan uang rakyat, apakah pihak hotel sudah menjalankan prokes sesuai aturan berkumpulnya ratusan orang disini, sebab PSBB di Kota Bogor masih berlangsung,” Tukas RSA.


Komentar Via Facebook :